Waspada, Risiko Demam Berdarah di Kabupaten Bogor Tahun 2021 Diprediksi Tinggi

Dia memaparkan, kasus demam berdarah di Kabupaten Bogor pada September 2021 ini mencapai angka sekitar 150-an kasus.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com/Shutterstock
Virus yang dibawa nyamuk bisa menyebabkan berbagai penyakit. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyebut bahwa risiko demam berdarah di Kabupaten Bogor pada musim pancaroba tahun 2021 ini, diprediksi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana.

"Kalau dilihat per bulan yang sudah kita lihat September kemarin, memang angkanya lebih tinggi bulan September tahun ini dibanding bulan September tahun kemarin," kata Adang Mulyana kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (4/11/2021).

Adang menuturkan bahwa angka kasus demam berdarah pada September 2021 ini  tidak termasuk terlalu tinggi atau mengkhawatirkan, namun angkanya memang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Dia memaparkan, kasus demam berdarah di Kabupaten Bogor pada September 2021 ini mencapai angka sekitar 150-an kasus.

Sedangkan pada September 2020 lalu, angka kasus demam berdarah berada di angka sekitar 60-an kasus.

"Artinya risikonya lebih tinggi tahun ini dibanding tahun kemarin. Jadi bener-bener harus waspada. Karena kalau dilihat dari curah hujan kayaknya sekarang lebih intens ya dibanding tahun kemarin," ungkap Adang.

Adang mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan selalu bersihkan genangan-genangan air di sekitar rumah serta selalu tutup rapat tempat penampungan air saat tidak dipakai demi mencegah timbulnya sarang nyamuk.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved