Harga Reagen Kit PCR Turun Jadi Rp 90 Ribu, Begini Penjelasan Dirut Bio Farma
Perlu diketahui, reagen kit PCR ini merupakan salah satu komponen utama dalam diagnostik kit PCR test.
"Grup Holding BUMN Farmasi pun selalu mengikuti arahan dan mendukung upaya pemerintah dengan segera menetapkan harga layanan tes swab PCR sebesar Rp 275.000 untuk pulau Jawa dan Rp 300.000 di luar pulau Jawa," jelas Honesti.
Baca juga: Sebut Harusnya Harga Tes PCR Bisa di Bawah Rp 200 Ribu, Andre Rosiade: Masih Untung Pak
Ini mengindikasikan perusahaan farmasi ini mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penetapan harga PCR.
"Dan kami akan selalu berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetesan yang berkualitas, dengan harga terjangkau," papar Honesti.
Ia menekankan bahwa sejauh ini, pihaknya telah melakukan inovasi melalui pembuatan Reagen kit PCR secara mandiri, langkah ini dimulai sejak Agustus 2020.
Melalui penerapan beberapa upaya efisiensi dan peningkatan kapasitas produksi serta optimalisasi fasilitas produksi eks flu burung, maka dari sebelumnya hanya menghasilkan kapasitas awal sebanyak 1,2 juta tes satuan dari Reagen per bulan, kini telah menghasilkan 2 juta tes per bulan pada Agustus 2021.
Nah, peningkatan kapasitas inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang dapat menurunkan harga reagen Bio Farma, dari sebelumnya Rp 250.000 menjadi Rp 113.636.
Selain itu, Honesti juga menuturkan bahwa pihaknya juga terus berupaya mengoptimalisasi fasilitas produksi.
Hasilnya pun dapat meningkat hingga mencapai 5 juta test per bulan pada Oktober 2021.
Capaian ini tentunya dapat mempengaruhi harga reagen Bio Farma dari Rp 113.636 pada Agustus 2021, menjadi Rp 90.000 pada Oktober 2021.
Ia pun berharap dengan menurunnya harga reagen ini, permintaan pun akan meningkat.
"Harapannya, dengan meningkatnya permintaan, kita bisa meningkatkan kapasitas produksi dan upaya-upaya efisiensi yang dapat dilakukan di masa yang akan datang," kata Honesti.
Memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 45 persen, diharapkan reagen ini bisa menjadi pilihan user dan permintaan meningkat untuk mengimbangi penggunaan produk impor saat ini yang masih tergolong tinggi.