Breaking News:

Cerita Omang Tolak Tawaran Mengemis, Kini Sukses Geluti Usaha Besek Bambu

Omang merupakan seorang tunanetra yang menggantungkan hidupnya dengan cara usaha membuat besek bambu.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Omang saat menunjukan proses pembuatan besek bambu kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (12/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIJERUK – Keterbatasan fisik tak membuat Omang (44), warga Kampung Cinewon, Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, berhenti berusaha.

Omang mengalami kebutaan sejak umur 3 tahun.

Ia mengaku kondisinya tersebut sering dimanfaatkan oleh orang-orang.

“Saya pernah diajak beberapa kali ke Jakarta untuk bekerja. Tapi, kerjanya itu mengemis,” ucap Omang kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (12/11/2021).

Tawaran tersebut menurut Omang diembel-embel dengan dalih bisa mendapatkan uang banyak.

Namun, Omang menolak mentah-mentah tawaran tersebut, karena menurutnya tidak pantas bagi manusia bahkan yang mengalami keterbatasan fisik sekalipun untuk mengemis.

“Ditawarinnya itu ngemis. Sehari bisa mendapat Rp 300 ribu katanya. Tapi, menurut saya itu hina. Walaupun memang menggiurkan hasilnya. Lebih baik sederhana tapi tidak meminta-minta,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukan suatu ajang untuk meminta kasihan kepada orang lain. Serta bukan menjadi suatu alasan untuk membuat hidup tidak mandiri.

Diketahui sebelumnya, Omang merupakan seorang tunanetra yang menggantungkan hidupnya dengan cara usaha membuat besek bambu.

Sudah hampir 24 tahun Omang menjalani usahanya tersebut.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan supaya tidak menggantungkan hidup kepada orang lain.

Tidak tanggung-tanggung Omang bisa membuat 100 besek dalam satu hari meski ia mengalami keterbatasan fisik.

“Alhamdulillah kalau usaha besek ini dari tahun 1998. Saya memberanikan diri awalnya. Daripada diem gaada aktifitas, Kalau ngejualnya sih dari awal. Kalau dulu 100 perak. Sekarang 170 perak satu beseknya. Ya, alhamdulillah lah. Buat beli kopi dan makanmah ada setiap harinya,” imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved