IPB University

Bahas Agrosociopreneur, IPB University Kembali Hadirkan Program CEO School

CEO School merupakan program pelatihan dalam mewadahi peningkatan kapasitas diri dan menumbuhkan jiwa usaha sebagai seorang CEO agrosociopreneur.

IPB University
Rektor IPB University Prof Arif Satria 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir (Ditmawa PK) IPB University kembali menghadirkan program CEO School.

CEO School merupakan program pelatihan dalam mewadahi peningkatan kapasitas diri dan menumbuhkan jiwa usaha sebagai seorang CEO berbasis agrosociopreneur.

Tahun ini CEO School IPB University digelar pada 6-7 November dan 13-14 November 2021. 

Sebanyak 11 pembicara akan memberikan inspirasi dan motivasi kepada peserta.

Rektor IPB Universty, Prof Arif Satria mengatakan bahwa program ini sangat penting untuk dimulai dengan membangun dari desa. Desa akan menjadi sentral pengembangan ekonomi ke depan.

“Karena konsep yang sekarang kita formulasikan adalah ketika menghadapi mega disruption, tidak ada cara lain selain memberdayakan desa.

Saat pandemi Covid-19 yang selamat dan menyelematkan kehidupan adalah desa, sehingga desa harus benar-benar menjadi fokus,” kata Prof Arif Satria saat pembukaan CEO School.

Oleh karena itu, lanjutnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus bersinergi dengan IPB University dalam menjadikan desa sebagai salah satu fokus pembangunan.

“Kita tahu sektor agromaritim adalah sektor yang selamat dari krisis, sektor yang terus tumbuh positif. Tidak ada cara lain selain kita memperkuat sektor agromaritim. Kebutuhan sektor agromaritim adalah kebutuhan pelaku-pelaku usaha,” tuturnya.

Menurutnya, ada dua jenis pelaku usaha. Yakni technopreneur dan sociopreneur.

Technopreneur adalah seseorang yang ingin bergerak dalam bisnis, misalnya dengan memanfaatkan inovasi-inovasi dari IPB University

"Kedua, dengan inovasi IPB University Anda memberdayakan masyarakat desa. Ini yang disebut sociopreneur. Keduanya pilihan dan semuanya mulia, semuanya sangat penting,” ujarnya.

Prof Arif Satria juga memberikan contoh peran mahasiswa IPB University dalam program One Village One CEO (OVOC).

Program ini tersebar di 53 desa di Jawa Barat dan berkembang lagi ke 300 desa tambahan setelah bekerja sama dengan Astra.

Program ini sudah menghasilkan produk-produk yang diekspor ke mancanegara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved