Kasus Pembunuhan di Subang

Kapolda Jabar Minta Serse Cepat Ungkap Kasus Subang, Pengacara Desak Yosef Mengaku : Biar Saya Yakin

Rohman Hidayat mengatakan ia meminta Yosef untuk menceritakan semua hal terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Ist/Tribun Jabar
Rohman Hidayat desak Yosef ngaku soal pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu di Subang 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat sudah pernah mendesak kliennya untuk mengaku terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Rohman Hidayat mengatakan ia meminta Yosef untuk menceritakan semua hal terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Rohman tak mau mendapat info dari orang lain soal kasus Subang.

Kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu kini sudah hampir memasuki hari ke 90.

Sejak jasa Tudi dan Amel ditemukan dalam bagasi mobil Alphard pada Rabu (18/8/2021), hingga kini, Selasa (16/11/2021) Polisi belum juga mampu mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana bahkan sampai memerintahkan anggotanya untuk segera mengungkap kasus Subang.

"Dari hasil tempat kejadian perkara (TKP), kita masih memerlukan waktu, tapi saya minta ke serse untuk cepat mengungkap
karena itu menyangkut integritas Polri juga," kata Suntana seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Ia juga membandingkan kasus Subang dengan perampokan di Pulo Mas.

"Sebagai contoh, ada kasus di Pulo Mas Jakarta, ada beberapa jenazah yang dikurung di dalam WC, dan itu bisa diungkap dalam beberapa hari," katanya.

"Ada kasus tertentu juga yang pembuktiannya harus hati-hati, karena konsekuensi dalam menetapkan tersangka itu hati-hati," tambahnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menerangkan ada peningkatan dalam penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan oleh Polres Subang, sementara ini sudah ada peningkatan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sekarang sudah berjumlah 55 orang saksi yang diperiksa," kata Erdi dikutip dari Tribun Jabar.

Erdi menyebut kepolisian bakal menggelar analisis dan evaluasi (Anev) terkait kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut.

"Insha Allah, hari Senin (15/11/2021) besok, kita akan melakukan anev lagi," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved