Breaking News:

Perumda Tirta Pakuan Bangun Command Center 9 Layar Untuk Pantau Distribusi dan Transmisi Air

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan bahwa saat ini tempat pengawasan disebar di beberapa lokasi terpisah.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
ist/dok pdam.
Ruang comand center 9 layar utama Perumda Tirta Pakuan yang masih dalam proses pengerjaan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Perusahaan umum daerah (Perumda) Tirta Pakuan membangun Command Center 9 layar di kantor pusat Perumda Tirta Pakuan di Jalan Raya Siliwangi, Kota Bogor.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan bahwa saat ini tempat pengawasan disebar di beberapa lokasi terpisah.

Dengan adanya Comand Center terpusat ini pengawasan akan dipusatkan di kantor pusat.

"Command Center ini memiliki fasilutas sembilan layar utama, dengan enam layar disampingnya, kita bisa memonitor langsung terkait produksi, hingga transmisi dan distribusi," katanya, Jumat (19/11/2021).

Dengan adanya Command Center ini permasalahan terkait air bisa langsung dipantau sehingga ketika terjadi permasalahn bisa langaung diambil tindakan penanganan.

"Pembangunan Command Center ini sendiri ditarget bisa selesai di akhir tahun 2021, untuk selanjutnya bisa digunakan pada awal tahun depan, Kita kejar beres Desember nanti," katanya.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf berharap Comand Center ini bisa segera rampung di akhir tahun.

Pihaknya ingin disaat satu tahun jajaran direksi menjabat, ada inovasi dan prestasi yang bisa disampaikan ke publik.

"Dari Command Center itu kan kita bisa jadi dasar langkah program kita, atau solusi saat ada masalah di wilayah, yang kita bisa pantau dan monitor dari sini, mulai dari produksi, transmisi sampai distribusi, lancar atau tidak, mana saja yang ada masalah, bisa kita pantau langsung dari sini," tegas Ardani.

Ia menambahkan, Command Center ini nantinya akan beroperasi selama 24 jam dengan operator sebanyak empat orang dalam satu shift.

"Karyawan eksisting yang akan diberdayakan. Kita berharap ini menunjang program-prohgram kita di tahun depan, penyempuranaan jaringan hingga pembuatan DMA, semua masuk Command Center ini, ermasuk kebocoran-kebocoran, kita bisa pantau dari sini," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved