Breaking News:

Berkunjung ke Pemakaman Belanda di Kebun Raya Bogor, Ada Makam Gubernur Jenderal

Dari literasi yang ada pada website Kebun Raya Bogor, area tersebut merupakan salah satu lokasi bersejarah di Kebun Raya Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Suasana Komplek Pemakaman Belanda di Kebun Raya Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Teriknya matahari menyelinap masuk di antara lembaran daun bambu yang mengelilingi Komplek pemakaman Belanda di Kebun Raya Bogor.

Siang ini Sabtu (20/11/2021), aktivitas pengunjung di komplek pemakaman Belanda terbilang sedikit dibanding lokasi lain di Kebun Raya Bogor.

Sejumlah pengunjung datang untuk berfoto dan mencari informasi tentang makam tersebut.

Dari literasi yang ada pada website Kebun Raya Bogor, area tersebut merupakan salah satu lokasi bersejarah di Kebun Raya Bogor.

Komplek pemakaman ini merupakan makam-makam tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk Kebun Raya Bogor.

Komplek pemakaman ini telah ada di Kebun Raya Bogor jauh sebelum Caspar Georg Karl Reinwardt pendiri sekaligus pemimpin pertama Kebun Raya Bogor pada tahun 1817 meresmikan pembukaan Kebun Raya Bogor.

"Pada area pemakaman terdapat 42 makam, 38 diantaranya memiliki identitas, sedangkan sisanya tak dikenal," kata General Manager Corporate Communication dan Security PT MNR Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin.

Makam yang memiliki identitas diantaranya adalah makam D.J. de ee Erens yang merupakan seorang gubernur jenderal yang menjabat tahun 1836 - 1840.

Selanjutnya adalah Mr. Ary Prins yaitu seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara sebagai gubernur jendral Hindia Belanda.

Selain itu ada pula dua orang ahli Biologi yang meninggal pada sekitar tahun 1820-an dalam usia muda.

Namun keduanya dikuburkan dalam satu makam, Mereka adalah Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt, yaitu sebagai anggota “The Netherlands Commissions for Natural Sciences” yang dikirim ke Indonesia untuk bekerja di Kebun Raya Bogor.

"Makam tertua di komplek pemakaman ini adalah makam seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelis Potmans yang wafat pada tanggal 2 Mei 1784," ujarnya.

Sedangkan makam yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.J.G.H. Kostermans yang meninggal pada tahun 1994.

Kontermans mrtupakan seorang ahli Botani terkenal berkebangsaan Belanda yang menjadi warga Negara Indonesia sejak tahun 1958.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved