Breaking News:

Kasus DBD di Ciawi Bogor Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

guna menanggulangi hal tersebut, pihaknya akan memaksimalkan kader-kader Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) yang berada di wilayah Ciawi untuk terus berg

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bogor mulai meningkat.

RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor mencatat periode Januari-Oktober 2021 ditemukan 172 kasus DBD.

"Terdapat 172 kasus sepanjang tahun ini yang dirawat di sini. Mulai dari Januari-Oktober. Kalau untuk November masih belum direkap,"ucap Direktur Utama RSUD Ciawi Bogor dr Tsani Musyafa saat dikonfirmasi oleh TribunnewsBogor.com, Senin (22/11/2021).

Kepala Puskesmas Ciawi, Kabupaten Bogor, drg Belinda mengimbau masyarakat untuk waspada.

“Warga Ciawi waspada DBD yang saat ini trennya lagi naik. Berdasarkan catatan, awal November tercatat kasus 1 orang meninggal. Sementara, per hari ini, ada keluarga yang melaporkan salah satu anggota keluarganya terkena DBD sedang dirawat. Oleh sebab itu saat ini mesti waspada,” kata Kepala Puskesmas Ciawi drg Belinda kepada TribunnewsBogor.com, Senin (22/11/2021).

Belinda mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan diagnosa secara lebih mendalam.

“Untuk temuan-temuan DBD di wilayah Ciawi, kami akan konfirmasi ke rumah sakit. Kemudian, akan melakukan diagnosa secara lebih mendalam. Kami juga sudah memberikan Foging terhadap yang sudah pernah terjangkit DBD,” tambahnya.

Sementara itu, guna menanggulangi hal tersebut, pihaknya akan memaksimalkan kader-kader Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) yang berada di wilayah Ciawi untuk terus bergerak.

“Penanganan DBD melakukan pertemuan Kader Jumantik. Kami di lapangan minta perpanjangan tangan Puskesmas dengan para kader untuk mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menerapkan pola Pembaratasan Sarang Nyamuk (PSN), menerapkam 3M, serta lakukan pemeriksaan jentik. Mereka sudah terlatih dan dibina oleh puskesmas,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved