Breaking News:

DIAF FIA UI Gelar Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Perpajakan

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian hasil kerjasama antara FIA UI dengan BUMDES Megamendung Jaya yang digelar dari 23-26 November 2021 dan ber

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (DIAF FIA UI) beserta Ketua BUMDES Megamendung Jaya, Selasa (23/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG – Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (DIAF FIA UI) menyelenggarakan program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Penguatan Kapasitas Kepatuhan Pajak bagi BUMDES & UMKM, di desa Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian hasil kerjasama antara FIA UI dengan BUMDES Megamendung Jaya yang digelar dari 23-26 November 2021 dan berlokasikan Wisma Bina Marga.

Ketua Pengmas DIF FIA UI Dr. Inayati, M.Si, mengatakan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman wajib Pajak BUMDES dan UMKM, sehingga diharapkan dapat menjalankan kewajiban perpajakannya dengan lebih baik. 

“Salah satu kendala dalam mengoptimalkan penerimaan negara adalah rendahnya kepatuhan pajak. Ketidakmampuan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dapat dikatakan menjadi faktor penghambat utama pada kepatuhan pajak. Modernisasi administrasi perpajakan yang terus berkembang juga dapat menjadi salah satu kendala belum tercapainya kepatuhan pajak yang optimal. Sehingga pemikiran masyarakat pelaku ini harus dibentuk. Sehingga mampu menjalankan kewajiban perpajakannya dengan lebih baik,” kata Inayati kepada wartawan di lokasi acara, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, kegiatan ini menurut Inayati merupakan salah satu perwujudan tri dharma perguruan tinggi.

“Ini juga sebagai salah satu perwujudan tri dharma perguruan tinggi. Yaitu pilar ketiga. Dimana pilar pendidikan dan pengajaran, pilar penelitian, dan pilar pengabdian kepada masyarakat. Ini salah satu bentuk dharma yang harus dilakukan oleh akademisi,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Pelaksana Lapangan Acara Neni Susilawati, S.Sos., M.A., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perpajakan.

“Sebenarnya, Megamendung ini merupakan potensi ekonomi cukup tinggi, namun tingkat penerimaan pajak daerahnya masih perlu ditingkan lagi. Karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pemenuhan kewajiban pajak,” ucapnya.

Adapun ia menjelaskan, keengganan masyarakat untuk membayar pajak sebenarnya di latar belakangi oleh ketidak pahaman masyarakat terhadap pemenuhan pajak tersebut.

Hal tersebut, menurut Neni harus terus dilakukan sosialisasi secara benar.

“Yang kami pahami adalah bukan masyarakat tidak mau membayar pajak karena masyarakat belum paham. Bukan masyarakat tidak ingin memenuhi kebutuhuan pajaknya. Oleh karena itu kami membantu dari sosialisasi secara baik terkait  pemahaman pajak tersebut. Sehingga mampu meningkatkan pengetahuan UMKM dan Bumdes dalam pelaksanaan wajib pajak dengan lebih baik.Jangan sampai tahu-tahu tau dapat surat tagihan pajak. Sebenarnya kita bisa menyikapinya dan mengelolanya dengan baik,” jelasnya.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Megamendung Jaya, Yusuf  Solihatul Munawas, S.Ikom, M.Si., mengatakan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami mempunyai inovasi mempunyai klinik pertama BUMDES. Oleh karena itu kami terpilih sebagai Pilot Project Universitas Indonesia untuk menggelar kegiatan pemahaman pajak. Adapun urgensi kegiatan yang dilakukan menurut saya supaya para pelaku UMKM dan BUMDES mempunyai pengetahuan dasar terhadap perpajakan. Karena kenapa harus dasar, karena kita ingin mempunya pondasi yang kuat terhadap perpajakan,” imbuhnya (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved