IPB University

Hasil Diskusi Pakar IPB University, Seafarming Dapat Menguatkan Seafood Eksotik

Prof Arif menyinggung isu kemaritiman yang terus berkembang, di mana masa depan Indonesia sangat tergantung pada sektor agromaritim.

Istimewa/Pemkot Bogor
Rektor IPB Prof Arif Satria 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menyelenggarakan International Webinar IPB University Korea-Indonesia MTCRC (Marine Technology Cooperation Research Center) Enhancing Exotic Seafood Through Sea Farming Development, akhir pekan lalu. 

Prof Arif Satria, Rektor IPB University menjelaskan kegiatan ini sangat penting dalam rangka memperkuat kerjasama antara PKSPL dengan MTCRC serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Prof Arif menyinggung isu kemaritiman yang terus berkembang, di mana masa depan Indonesia sangat tergantung pada sektor agromaritim.

PKSPL bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University terus melakukan akselerasi dalam menghadapi era 4.0.

“Sea farming yang sudah dilakukan PKSPL IPB University merupakan etalase dalam mengkombinasikan budidaya laut, perikanan tangkap sekaligus wisata bahari dan manajemen lingkungan. Perlu sentuhan teknologi advance sehingga dapat melibatkan masyarakat dalam implementasi dan menanggapi perubahan teknologi yang cepat,” imbuhnya.

Selanjutnya Mohamad Rahmat Mulianda, SPi, MMar, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya pada Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) menyampaikan tentang latar belakang kerjasama dengan MTCRC dan Keterlibatan Kemenkomarves. 

“Pilot kerjasama dengan MTCRC adalah pengembangan seaweed estate di Maluku Tenggara. Kerjasama ini terus berkembang di bidang lain, termasuk kerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University dan PKSPL,” lanjutnya.

Sementara itu, Dr Fredinan Yulianda, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University memaparkan kontribusi IPB University dalam percepatan industri perikanan 4.0. 

“Kami mengembangkan strategi adaptasi berupa kurikulum “agile learner”. Yaitu kemampuan belajar dan beradaptasi yang tinggi. Sehingga mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan dasar terkait teori keilmuan dan entrepreneur,” jelasnya.

Ia juga memaparkan inovasi dari para dosen FPIK IPB University.

Antara lain trekfish, alat ukur gelombang (APTG), Underwater Televisual System (UTS), mobile tide water level (motiwali), Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan bidang remote sensing serta beberapa inovasi produk sebagai kontribusi keilmuan dalam pengembangan perikanan Indonesia.

Pada kesempatan ini, hadir juga pembicara kunci dari Korea-Indonesia MTCRC, Dr Hansan Park selaku co-Director.

Ia menyampaikan bahwa MTCRC telah melakukan berbagai kerjasama di Indonesia, termasuk dengan Institut teknologi Bandung (ITB) di Cirebon, melakukan survei kelautan untuk Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), dukungan kepada SAR pada saat pencarian Sriwijaya Air dan berbagai bantuan alat pendukung survei bidang kelautan. 

“Kegiatan joint webinar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kerjasama selanjutnya pada pengembangan sea farming dengan IPB University yang pada nantinya akan dilegalkan dalam bentuk Memorandum of Understanding,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan  Kepala PKSPL IPB University, Dr Yonvitner.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved