Megawati, Puan dan Prabowo Bertemu di Istana Negara, Faldo Maldini Ungkap Alasan Jokowi Tak Ikut

Megawati, Puan Maharani dan Prabowo bertemu di salah satu ruang VVIP Istana Negara saat pelantikan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa Tribunnews
Pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri serta Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Istana Kepresidenan, Kamis (18/11/2021) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menuai polemik.

Pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo menjadi perbincangan karena berlangsung di Istana Negara.

Megawati, Puan Maharani dan Prabowo bertemu di salah satu ruang VVIP Istana Negara saat pelantikan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menceritakan kronologi Megawati bertemu Prabowo di Istana Negara.

"Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

"Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi," ucap dia.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengkritik pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo Subianto.

Andi bahkan membandingkan dengan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Menurutnya, zaman SBY tak pernah menggunakan Istana Negara untuk pertemuan politik.

"Kalau di zaman Pak SBY, kegiatan politik kepartaian biasanya dilakukan di Cikeas," kata Andi dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Soroti Nasib Ganjar Pascapertemuan Prabowo, Megawati dan Puan, Pengamat: Potensi Dilirik Parpol Lain

Andi merasa heran, pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo terjadi di Istana Negara tanpa ada Presiden Jokowi.

"Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?" kata Andi Mallarangeng.

Andi mengatakan jikalaupun Presiden Jokowi menggelar pertemuan politik, tidak di Istana Negara.

"Biasanya dilakukan di Wisma Negara, yang berada di samping Istana Negara dan Istana Merdeka," ujar Andi.

Pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto(DOKUMENTASI PDI-P)
Pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto(DOKUMENTASI PDI-P) (Kompas.com)

Sementara itu Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara ( Mensesneg ) Faldo Maldini mengatakan tak ada yang perlu dipermasalahkan dari pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo di Istana.

"Saya kira tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Semua orang hadir di Istana Negara dengan kapasitas dan relevansinya,

Artis juga sering ke istana, influencer juga, sampai peternak juga ada. Jadi, tidak ada yang aneh," kata Faldo Maldini dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kritik Pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo di Istana, Andi Mallarangeng : Dapat Izin Presiden ?

Diketahui bersama, Megawati Soekarnoputri merupakan ketua umum PDIP skealigus tokog senior.

Sementara Puan Maharani merupakan Ketua DPR RI.

Sedangkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, kata Faldo, yang juga sama-sama ada di pemerintahan.

"Tentu semuanya dalam kapasitas masing-masing," kata Faldo Maldini.

Faldo mengatakan Jokowi tak ikut dalam pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo karena sudah memiliki agenda.

"Orang politik ketemu ya pasti bicara politik. Tidak ada yang aneh, lah. Bercandaan saja pasti ada politiknya. Presiden kan tidak harus ikut semuanya, sudah ada agenda masing-masing.

Itu kan sedang dalam momen pelantikan panglima, jadi itu duduk-duduk berfoto, sambil ngobrol. Ya biasa saja," kata Faldo Maldini.

Baca juga: Resmi Deklarasi, FGPP Usung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani Maju dalam Pilpres 2024

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo menjadi perbincangan karena dikaitkan dengan Pilpres 2024.

Diketahui bersama, belakangan sejumlah organisasi relawan medeklarasikan dukungan pada Puan dan Prabowo untuk maju Pilpres.

"Yang menjadi ramai itu karena segala sesuatu yang berbau Megawati, Pak Prabowo dan Puan itu ramai, gara-gara dikaitkan dengan pilpres," kata Adi Prayitno.

Adi Prayitno mengatakan, pembahasan politik kepartaian secara formal memang tidak boleh dilakukan di Istana Negara.

Sebab, Istana Negara bukan merupakan rumah bagi satu atau segelintir kelompok, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau Istana di-setting secara formal, untuk pertemuan partai, politik kepartaian, itu enggak boleh. Karena Istana kan rumah bersama, seluruh rakyat Indonesia yang mesti dijaga marwah dan nama besarnya, kredibilitasnya," kata Adi

Meski demikian menurut Adi, pertemuan Megawati, Puan dan Prabowo tak perlu dipersoalkan, karena tidak disengaja dan terjadi saat ketiganya diundang dalam acara pelantikan Panglima TNI.

Adi menuturkan, tidak ada yang salah ketika pimpinan parpol membahas persoalan politik di sela-sela acara kenegaraan.

"Enggak ada yang salah. Saya yakin ketum-ketum partai yang juga hadir, menteri dan juga anggota dewan yang diundang dalam pelantikan itu juga ngomongin politik," ucapnya.(*)

Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved