Breaking News:

UMK Bogor 2022

Bupati Sebut UMK Bogor 2022 Tidak Naik, Gimana Nasib Upah Minimum Kota Bogor? Ini Kata Disnaker

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor sepakat tidak ada kenaikan UMK Bogor 2022.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Dok. Shutterstock
Ilustrasi - UMK Bogor 2022 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat mengalami kenaikan sebanyak 1,72 persen.

UMP Jabar 2022 kini berada di angka Rp 1.841.487, naik Rp 31 ribu dari upah sebelumnya Rp 1.810.351.

Namun, dinaikannya UMP Jabar 2022 tak lantas membuat Pemerintah Kabupaten Bogor juga menaikkan upah minimumnya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor yang terdiri dari serikat pekerja dan organisasi pengusaha sepakat jika tahun 2022 tidak ada kenaikan upah.

Menurut Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, perhitungan UMK tahun 2021 sudah lebih, yakni berkisar Rp 4,2 juta.

Angka itu dinilai sudah cukup tinggi di atas UMK Kota Bogor yang senilai Rp 4,1 juta.

“Yang jelas tak ada kenaikan untuk UMK di Kabupaten Bogor,” jelas Ade Yasin.

Ia tak menampik ada permintaan kenaikan UMK sebesar 3,7 persen.

Namun, mayoritas pengusaha berat menaikkan upah lantaran kondisi perekonomian saat ini belum seutuhnya pulih dari imbas pandemi.

Selain itu, keputusan penetapan UMK juga harus melaksanakan PP Nomor 36 Tahun 2021 secara konsisten dan tidak berpihak untuk menyelamatkan industri dan pekerja.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved