Breaking News:

Densus 88 Sebut Pendanaan Adalah Nafas dan Darahnya Kelompok Teroris

Tak hanya di Indonesia, kata dia, pendanaan juga menjadi faktor utama keberlangsungan organisasi terorisme di negara lain.

Editor: Damanhuri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Tim Densus 88 dikabarkan menangkap dua terduga teroris, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Bagian Bantuan Operasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar menyebut seluruh aktivitas teroris terlaksana jika ada pihak yang terlibat sebagai donatur atau pendanaan dalam organisasi tersebut seperti halnya Jamaah Islamiyah (JI).

Aswin menyebut pendanaan merupakan nafas dan darah kelompok teroris untuk berkembang.

Sehingga, menurutnya pendanaan terorisme harus dihentikan.

"Kami jelaskan, bahwa pendanaan teroris adalah nafas dan darahnya, hidup matinya kelompok teror," kata Aswin dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Tak hanya di Indonesia, kata dia, pendanaan juga menjadi faktor utama keberlangsungan organisasi terorisme di negara lain.

Kata Aswin, untuk bisa mendapatkan sumber dana beberapa kelompok terorisme melakukan berbagai usaha.

"Ini memang bukan cuma di kita, seluruh dunia, kelompok-kelompok ini berusaha untuk terus mendapatkan sumber dana darimana pun," jelasnya.

Atas hal itu, Aswin mengatakan, aktivitas teroris tidak akan eksis apabila tidak ada pendanaan terhadap kelompok tersebut.

Terkait dengan ditangkapnya tiga orang terduga teroris JI, Aswin mengatakan mereka mencari pendanaannya sendiri.

Kata Aswin, kelompok teroris JI memiliki upaya sendiri dalam mencari pendanaan melalui sejumlah organisasi binaannya untuk melakukan penggalangan dana.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved