Breaking News:

Polri Sebut Pengendara yang Lolos Posko PPKM Libur Natal dan Tahun Baru Bakal Ditempel Stiker

Polri bakal menerapkan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur natal dan tahun baru (Nataru).

Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polri bakal menerapkan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur natal dan tahun baru (Nataru).

Nantinya, pengendara yang dinyatakan lolos PPKM akan ditempel stiker.

"Kita juga akan beri stiker setiap masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan, nanti dipasang stiker, stiker itu sebagai penanda bahwa dia sudah lolos posko PPKM," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Dedi menyampaikan stiker itu juga menjadi penanda bahwa pengendara tersebut telah lolos pemeriksaan swab antigen atau vaksin Covid-19 di posko PPKM level 3.

"Menandakan bahwa dia sudah swab antigen dan dia sudah vaksin dan lain sebagainya. Untuk memastikan bahwa yang keluar itu benar-benar clear, jangan sampai yang keluar itu masih terpapar virus Covid-19," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI memastikan pihaknya akan membuat posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh pintu tol di Indonesia.

Tak hanya itu, Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan akses perbatasan antar wilayah juga nantinya akan dibuat posko PPKM. Nantinya, posko itu sebagai cek poin yang diawasi Polri, TNI hingga Satpol PP.

Baca juga: Vaksinasi Jemput Bola untuk Lansia, Puskesmas Cicangkal Berharap Status Level PPKM Segera Turun

"Polri juga di seluruh-seluruh pintu-pintu tol dan jalur-jalur akses tertentu perbatasan antar wilayah itu ada pos sebagai cek poin," kata Dedi.

Dedi menerangkan posko cek poin itu nantinya menjadi lokasi verifikasi Surat Keluar Masuk (SKM) masyarakat yang akan berpergian ke luar kota. Jika tidak memiliki SKM, maka nantinya pengendara diminta PCR.

"Nah disitu nanti juga akan dicek disitu apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM. Kalau misalkan belum (ada SKM) akan dilakukan swab antigen kalau misalnya dia nanti positif akan ditindaklanjuti PCR. Kalau misalnya SKM dia ada maka silakan melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved