Wajib Tahu, Ini Beda Gejala Varian Delta dengan Varian Baru Virus Corona Omicron
Berikut ini informasi terkait gejala varian baru virus Covid-19 Omicron, lengkap beserta gejala pada varian Delta.
Pasien varian Omicron lain yang Coetzee lihat sejauh ini, juga mengalami apa yang ia gambarkan sebagai gejala "sangat ringan".
Gejala Varian Delta meski Sudah Divaksin
Gejala pada varian Delta bisa menyebar dengan cepat di antara orang yang belum divaksin.
Namun, varian Delta juga bisa saja menginfeksi orang yang sudah divaksin dua kali.
Diketahui, varian Delta ini pertama kali didokumentasikan di India pada Oktober 2020 dan merupakan varian yang paling dominan.
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, studi besar menganalisis data yang dikumpulkan menggunakan aplikasi Zoe COVID Study antara 8 Desember 2020 hingga 4 Juli 2021.
Hanya sebagian kecil responden yang divaksinasi lengkap melaporkan infeksi simtomatik (bergejala).
Dari 906 pasien yang termasuk dalam kelompok infeksi simtomatik tersebut, dengan rincian:
- 39 persen melaporkan bersin sebagai gejala;
- 41,6 persen melaporkan sakit kepala;
- 43 persen pilek;
- 43,7 persen mengalami kelelahan;
- 61,9 persen mengalami demam.
Meskipun sebagian kecil responden menunjukkan tanda-tanda penyakit, penelitian ini menambah banyak bukti bahwa vaksin sangat efektif melawan penyakit terobosan.
Hanya 0,5 persen dari pasien yang divaksinasi satu kali dan 0,2 persen pasien yang divaksinasi penuh dalam penelitian ini dinyatakan positif Covid-19.
Penelitian ini juga menemukan bahwa infeksi lebih mungkin muncul tanpa gejala pada mereka yang sudah divaksinasi penuh.
Selain itu, mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin juga hanya memiliki setengah kemungkinan untuk memiliki gejala berkepanjangan yang dikenal sebagai Long-Covid.
(Tribunnews.com/Latifah/Pravitri Retno W/Aisyah Nursyamsi)