Erupsi Gunung Semeru
Tangis Nenek Mahriyeh Menanti Suami yang Hilang saat Erupsi Gunung Semeru, Rumahnya Terkubur Abu
Hingga kini, tim SAR gabungan dibantu sejumlah relawan masih melakukan operasi pencarian warga yang hilang akibat erupsi Gunung Semeru.
Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
Rumah yang dihuni Mahriyeh dan Miran roboh tertutup abu vulkanik.
Saat kejadian, Mahriyeh dituntun oleh anak dan cucunya menjauhi rumahnya untuk menyelamatkan diri.
Sementara sang suami, hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Saya ingin suami cepat ditemukan, jika meninggal, dikuburkan dan didoakan yang layak," kata Mahriyeh sembari mengusap air matanya, Selasa (7/12/2021) mengutip Kompas.com.
Biasanya, Mahriyeh tak pernah berpisah dari kakek Miran.
Di rumahnya yang kini roboh tertutup abu vulkanik, Mahriyeh hanya tinggal berdua dengan Miran.
Kemana pun pergi, mereka juga selalu bersama, bahkan ketika menggarap lahan.
Jika bulir-bulir padi mulai berisi, Mahriyeh menemani pria 80 tahun yang dicintainya itu menginap di gubuk.
Mereka berdua akan menjaga padi dari serbuan monyet.
Namun sudah sekitar sebulan, Mahriyeh tidak dapat menemani Miran menjaga tanaman padi mereka yang tinggal menunggu panen.
Sebab, penyakit sesak napasnya kambuh.
"Sebenarnya pagi itu saya ajak dia pulang saja karena takut ada banjir. Tapi dia bilang 'biarkan saja banjir," kenang Mahriyeh dalam bahasa Jawa bercampur dialek Madura saat dia mengungsi di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa (7/12/2021).
Perjuangan Ibu Hamil saat erupsi Gunung Semeru
Seorang ibu hamil 9 bulan bernama Ayuningsih (23) sempat berjuang menyelamatkan diri saat erupsi Gunung Semeru terjadi.
Calon mamah muda asal Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang in berjuang agar bisa selamat dari sapuan awan panas guguran Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021).