Rumahnya Lolos dari Lahar Gunung Semeru, Pak Roh Ungkap 4 Amalan yang Rutin Dilakukan: Alhamdulillah
Walau teras rumahnya terlihat kotor oleh abu vulkanik, kondisi rumah Pak Roh tidak tertimbun lahar.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Ditanya soal amalan apa saja yang membuat rumahnya masih berdiri kokoh saat diterjang lahar Gunung Semeru, Pak Roh langsung bercerita.

Bahwa amalan utama yang ia rutin lakukan adalah sholat lima waktu.
"Amalan Saya ini yang pertama ya sholat lima waktu. Yang rajin lah," ujar Pak Roh.
Selain sholat, Pak Roh juga menyebut sedekah dan berhubungan baik dengan tetangga adalah amalan yang kerap ia lakukan.
Diungkap Pak Roh, jika Kita bersedekah untuk orang lain, maka sebaiknya tidak diingat atau diungkit.
Baca juga: Masih Ragu Menutup Aurat, Fuji Dapat Nasihat Bijak dari Ria Ricis, Adik Bibi : Aku Takut Tergoda
"Bersedekah. Kalau bersedekah jangan diingat-ingat. Berhubungan baik sama tetangga, saudara. Bersedekah lah yang banyak. Apa yang dibutuhkan sama tetangga, ya Saya beli. Saya dikasih uang enggak mau. Ambil aja kalau mau," pungkas Pak Roh.
Amalan keempat yang sering dilakukan Pak Roh adalah mengaji.
"Saya rajin tiap maulid baca surat Yasin tiga kali, al Ikhlas 31 kali. Alquran khatam tiga kali tiap maulid," ujar Pak Roh.
Perihal posisi rumahnya, Pak Roh menyebut seharusnya tempat tinggalnya itu ikut hancur akibat terjangan lahar Gunung Semeru.
Sebab posisi rumah Pak Roh berada di posisi bawah.

"(Rumah Saya) datarannya dari jalan sama (dengan rumah orang lain). Malah lebih turun punya Saya," akui Pak Roh.
"Harusnya kalau ada erupsi rumah (Pak Roh ikut) terhempas ?" tanya wartawan.
"Ya (harusnya rumah Saya terkena imbas Gunung Semeru) paling tebal punya Saya. Soalnya punya Saya di bawah paling turun. Sekarang tambah turun punya Saya (tanahnya). Di depan rumah udah tinggi. Kalau jalan mau ke rumah posisinya turun (karena Abu vulkanik)," ungkap Pak Roh.
Baca juga: Ditemukan Tak Bernyawa Bareng Anak, Sepucuk Surat Istri Ungkap Kenakalan Suami : Mereka Diam Saja
Bercerita lebih lanjut, Pak Roh mengungkap detik-detik saat Gunung Semeru meletus.
Saat itu, Pak Roh sedang memanjat pohon kelapa.