IPB University
Kunyit dan Temulawak Dapat Atasi Berbagai Penyakit, Ini Penjelasan Guru Besar IPB University
Ia mengatakan, manfaat utama tanaman kunyit dan temulawak di antaranya sebagai bahan obat tradisional.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Guru Besar Ekofisologi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University Prof Sandra Arifin Aziz berbagi manfaat utama tanaman kunyit.
Ia mengatakan, manfaat utama tanaman kunyit di antaranya sebagai bahan obat tradisional, mengurangi nyeri haid, mengobati asam lambung, menurunkan kadar lemak darah, penurun kolesterol, serta mencegah penggumpalan darah.
"Tanaman kunyit dapat dijadikan sebagai bahan baku industri jamu dan kosmetik,” jelas Prof Sandra.
Untuk mendapat rimpang kunyit yang baik, lanjutnya, aspek yang perlu diperhatikan adalah rimpang kunyit yang berukuran besar, segar, tidak busuk, dan berumur 9-12 bulan.
Di Indonesia, sentra penanaman berada di Jawa Tengah dengan produksi mencapai 12.323 kilogram/hektar.
Menurutnya, tahap-tahap budidaya kunyit dimulai dari bahan tanam, pembibitan, penyiapan lahan, pemupukan, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pengemasan.
Ulat penggerek akar, penggulung daun, bakteri rimpang yang busuk, karat daun kunyit, dapat menghambat pertumbuhan kunyit.
Gejala pada kunyitnya berbeda pada tiap organisme.
"Cara pengendalian untuk ulat penggerek akar adalah tanaman disemprot insektsida furadan G-3,” ungkap Prof Sandra.
Ia menambahkan, waktu terbaik panen kunyit adalah pada umur 11-12 bulan, saat gugurnya daun kedua atau musim kemarau.
Kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringan.
Menurut Prof Sandra, proses pasca panen kunyit adalah penyortiran basah, pencucian, perajangan, pengeringan delapan persen kadar air, penyortiran kering, pengemasan pada wadah udara, dan diakhiri dengan penyimpanan.
Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat.
Selain kunyit, Prof Sandra juga menjelaskan tentang temulawak.
Menurutnya, rimpang temulawak bercabang kuat dan besar. Pemupukan temulawak terbagi menjadi dua jenis, yaitu pemupukan organik dan pemupukan konvensional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-kunyit.jpg)