Breaking News:

Inovasi Baru Gojek Shield, Komitmen Gojek Menjaga Keamanan Seluruh Transaksi di Ekosistem

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Gojek untuk terus menjaga keamanan seluruh ekosistemnya melalui berbagai inovasi

Editor: Mohamad Rizki
Tribunnews/Gojek
Teknologi dan inovasi keamanan “Gojek SHIELD” berhasil mendeteksi ketidakwajaran transaksi di ekosistem dan melakukan investigasi lebih lanjut hingga ke kepolisian untuk masuk dalam proses hukum. Pelaku adalah oknum Mitra Driver yang bertindak menjadi Mitra Usaha GoFood dan Pelanggan fiktif, dengan modus operandi melakukan verifikasi muka ke aplikasi Driver Gojek menggunakan topeng. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Merespon tren tidak wajar atas pembatalan order bernilai ratusan juta rupiah, teknologi dan inovasi keamanan “Gojek SHIELD” berhasil mendeteksi ketidakwajaran transaksi di ekosistem.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Gojek untuk terus menjaga keamanan seluruh ekosistemnya melalui berbagai inovasi, serta menjawab kebutuhan mitra dan pelanggan akan layanan yang semakin aman dan nyaman

Kasubdit IV Tipid Siber Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard Mahenu menyatakan ,” Kami memberikan apresiasi kepada Gojek atas kerjasamanya menyampaikan tindak kriminal yang melibatkan ekosistem digital Gojek. Pelaku tindak kriminal penipuan transaksi fiktif ini telah kami tangkap dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.”

Teuku Parvinanda Handriawan, VP Corporate Affairs Gojek menyatakan, “Keamanan dan kenyamanan anggota ekosistem termasuk pelanggan dan mitra kami adalah yang utama, untuk itu kami tidak berhenti untuk berinovasi dalam menghadirkan teknologi pendukung keamanan ekosistem kami.

Tak hanya dari sisi teknologi, tim kami juga selalu siap siaga untuk mendeteksi upaya-upaya yang memberikan dampak ketidaknyamanan. Kami berikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas upaya menindaklanjuti laporan kami atas tindak kriminal penipuan yang terjadi.”

Teuku Parvinanda menambahkan bahwa tindakan penipuan order fiktif ini  berhasil terdeteksi oleh sistem Gojek pada April lalu.

Selanjutnya tim Gojek melakukan pendataan, pengumpulan barang bukti dan meneruskannya sebagai bukti pelaporan pada tanggal 16 Agustus 2021 ke Polda Metro Jaya.

Tindakan penipuan berkedok order fiktif ini tidak menimbulkan kerugian dari pihak mitra Driver, mitra Usaha Gofood dan pelanggan karena ketiganya dilakukan oleh pelaku yang berperan sebagai mitra driver tidak resmi (joki, pihak yang menggunakan akun joki dengan verifikasi muka palsu menggunakan topeng)  yang memiliki akun pelanggan dan mitra serta anggota komplotan yang membantu.

Atas perbuatan pelaku, Gojek mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Kami sampaikan juga bahwa sistem Gojek memiliki kemampuan untuk mendeteksi setiap tindakan atau aktivitas di ekosistem di luar kewajaran dan Gojek akan membawanya ke ranah hukum atas tindakan yang merugikan tersebut. ”

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved