Peneliti : Pembangunan Seputar Kebun Raya Bogor Idealnya Gunakan Kajian Ambdal

Lahan tanah yang sebelumnya bermanfaat untuk menyerap air pun kini dilakukan betonisasi dengan pelebaran pedestrian Seputar Kebun Raya Bogor.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kondisi cahaya seputar kebun raya bogor di tahun 2017. 
 

Laporan Wartartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pelestarian Kebun Raya Bogor sebagai tempat konservasi eksitu juga harus di dukung dengan pembangunan yang berbasis fisibilitys study atau kajian Amdal.

Karena keberadaan Kebun Raya Bogor sendiri berdampingan dengan hirup pikuk mobilitas masyarakat perkotaan dan berbagai pembangunan.

Untuk mendukung konservasi di Kebun Raya Bogor juga harus didukung oleh Pemerintah daerah dan masyarakat.

Idealnya pembangunan di sekitar Kebun Raya Bogor juga harus dilakukan kajian fisibilitys study atau kajian Amdal.

"Sehingga kalau itu bisa dilakukan baik sekali," kata Ketua Tim Peneliti Alan Damayanti dari Departemen Proteksi Tanaman Faperta IPB University.

Seperti diketahui kondisi di seputar Kebun Raya Bogor sudah banyak jauh berubah.

Lahan tanah yang sebelumnya bermanfaat untuk menyerap air pun kini dilakukan betonisasi dengan pelebaran pedestrian Seputar Kebun Raya Bogor.

Tak hanya itu lokasi yang dulunya adalah tebingan tanah pembatas antara Kebun Raya Bogor dengan peedestrian pun dibetonisasi.

Tak hanya itu lampu jalan yang dipasang diarea pedestrian pun sangat banyak yang dipasang langsung bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor.

Damayanti mengakui bahwa Kebun Raya Bogor yang berada dipusat Kota tidak bisa sama sekali bebas dari cahaya lampu.

Namun Ia berharap lokasi yang memang seharusnya gelap itu lebih baik bebas cahaya.

"Kita tidak bisa ya steril dari pencahayaan, itu enggak realistik juga tetapi kita harus juga bagaiamana menjaga yang tempat-tempat yang seharusnya gelap ya tetap gelap," katanya.

Pembangunan disekitar Kebun Raya Bogor yang sudah terjadi memang tak bisa diubah.

Lahan tanah yang dibetonisasi, penambahan lampu taman yang sangat terang pun tak bisa lagi dibatasi atau dihalangi

"Nah untuk menjawab itu jawaban saya tetap sama karena Kebun Raya Bogor ini merupakan konservasi eks itu jadi dia menjadi kawasan konservasi di tengah tengah kota jadi bahwa ditengah kota sekitar kebun raya sudah banyak ada lampu itu sebagainya oke kita enggak bisa ngapa ngapain lagi itu sudah kenyataan, ya tetapi jangan lah memasukan lampu diluar itu ditaro di dalam gitu," ujarnya.

Karena kata Damayanti dengan ramainya mobiliras kendaraan diseputar Kebun Raya Bogor dan terang benderangnya lampu disekitar Kebun Raya Bogor itu juga sudah menambah stres tumbuhan di dalam Kebun Raya Bogor.

Untik itu konservasi di Kebun Raya Bogor juga harus dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat melalui pengetahuan literasi.

"Jadi kalau memang dia ada ditengah kota bukan berarti kita tidak boleh melindungi selama masih bisa ya dilindungi," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved