Breaking News:

Angkot Ngetem di Jalan Amblas, Warga Kedung Badak Bogor Khawatir

Warga Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengeluhkan angkutan umum yang kerap berhenti tepat di jalan amblas.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Jalan amblas di simpang Cilebut fly over Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor masih banyak angkot yang menunggu penumpang, Selasa (4/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Warga Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengeluhkan angkutan umum yang kerap berhenti tepat di jalan amblas.

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com, terdapat sejumlah angkutan umum yang sedang menunggu penumpang di fly over Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Warga sekitar, Dodi (24) khawatir dengan kondisi amblasnya jalan ditambah dengan angkutan umum yang masih nekat berhenti di area tersebut.

Hal itu, imbuh Dodi, dapat mengancam keselamatan banyak orang sehingga perlu kesadaran agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

"Masih ada saja angkutan umum yang menunggu penumpang di jalanan amblas, bukan apa-apa kan kalau tiba-tiba ada kejadian yang tidak diinginkan gimana," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (4/1/2022).

Jalan amblas di simpang Cilebut fly over Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor masih banyak angkot yang menunggu penumpang, Selasa (4/1/2022)
Jalan amblas di simpang Cilebut fly over Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor masih banyak angkot yang menunggu penumpang, Selasa (4/1/2022) (TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas)

Lebih lanjut, Dodi mengatakan, saat ini kondisi jalan amblas semakin mengkhawatirkan dan diharpkan segera ada perbaikan guna keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

"Terlihat jalanan yang amblas semakin menurun sejak satu bulan terakhir, semoga jalan tersebut secepatnya diperbaiki supaya mobil juga tidak banyak yang muter, biar tidak takut lagi kalau lewat jalan situ," ungkapnya.

Dodi membeberkan bahwa sebenarnya sudah banyak imbauan agar angkutan umum tidak berhenti di area tersebut, namun tetap saja masih banyak yang mengabaikannya.

"Tetep aja masih bandel, susah mau gimana lagi mereka cari duit tapi kitanya yang deg-degan takut kenapa-napa," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved