WHO Sebut Covid-19 Varian Omicron Bukan Menjadi yang Terakhir
Pimpinan Teknis Covid-19 Program Darurat Kesehatan WHO, Dr Maria Van Kerkhove menegaskan, Omicron bukan menjadi varian terakhir dari virus corona.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan bahwa virus corona akan terus bermutasi.
Pimpinan Teknis Covid-19 Program Darurat Kesehatan WHO, Dr Maria Van Kerkhove menegaskan, Omicron bukan menjadi varian terakhir dari virus corona atau Covid-19.
"Ketika virus bersirkulasi memasuki tahun ketiga pandemi, dunia akan melihat lebih banyak lagi (varian virus corona)," jelasnya.
"Jadi, sangat tidak mungkin Omicron akan menjadi varian terakhir yang akan Anda dengar," ujarnya.
Itulah mengapa, dia menekankan, sangat penting bagi semua pihak untuk fokus pada populasi rentan di seluruh dunia untuk mendapatkan vaksinasi.
Menurut Van Kerkhove, Omicron, varian terbaru yang menjadi perhatian WHO, telah terdeteksi di seluruh dunia. Dan transmisinya efisien.
Di beberapa negara yang memiliki sirkulasi Omicron dalam beberapa minggu terakhir, varian yang sangat menular ini sudah mengambil alih peredaran virus corona, menggantikan Delta.
Pekan lalu, WHO mencatat, total ada hampir 10 juta kasus Covid-19 di dunia.
"Itu jumlah kasus (mingguan) tertinggi yang pernah kami lihat hingga saat ini," ujarnya.
Menurut Van Kerkhove, faktor utama mengapa peningkatan jumlah kasus Covid-19 global yang begitu tajam.
Tentu, kemunculan Omicron dan peredaran varian itu, yang menular antarmanusia dengan sangat efisien.
Ada beberapa alasan transmisi Omicron sangat efisien.
Pertama, mutasi yang dimilikinya.
Virus bisa menempel pada sel manusia dengan lebih mudah.
Ia memiliki mutasi yang memungkinkannya melakukan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/virus-corona-baru.jpg)