Ini Ciri-ciri Relationship Anxiety, Ketakutan Chat Tidak Dibalas

Relationship anxiety bisa menjadi alasan mengapa seseorang tidak ingin berkencan, karena hal itu dapat membuat mereka kelelahan dan kewalahan.

Tayang:
Editor: Yudistira Wanne
istock
ilustrasi ketakutan 

Relationship anxiety bisa dipicu dari hubungan yang gagal, toksik, atau kasar di masa lalu, pengalaman tidak menyenangkan semasa kecil, atau harga diri yang rendah.

Sederhananya, relationship anxiety merupakan perasaan khawatir atau tidak aman yang intens dalam suatu hubungan, meskipun hubungan itu sendiri tampak berjalan baik.

"Relationship anxiety adalah masalah yang sangat umum karena kita memiliki komunitas yang dibesarkan dengan keterikatan tidak aman," tulis LePera.

"Hubungan pertama kita dengan figur orangtua saat lahir tidak aman, dan tidak ada ruang bagi kita untuk berkembang menjadi diri kita sebenarnya."

"Ketika kita memulai hubungan sebagai orang dewasa, kita takut, tidak percaya, tidak aman, dan memproyeksikan masa lalu kita kepada sosok yang kita temui," tambahnya.

Berikut ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan jika kita memiliki kecemasan untuk berhubungan atau relationship anxiety.

- Mengulangi percakapan berkali-kali dan memikirkan bahwa tindakan atau perkataan kita salah

- Jika seseorang tidak segera membalas pesan, kita beranggapan orang itu tidak ingin lagi menjadi teman kita atau tidak tertarik pada kita

- Kita terjun ke dalam suatu hubungan dan mengabaikan bagian lain dari hidup, seperti keluarga, teman, pekerjaan, hobi, dan banyak lagi

- Terus-menerus terganggu atau ketakutan bahwa pasangan akan mengkhianati kita - Ketika bertemu orang baru, seluruh fokus kita adalah apa anggapan mereka mengenai kita, atau apakah mereka akan memilih kita atau tidak

- Hubungan asmara seringkali membuat kita terjebak atau kewalahan, sehingga kita mengatasinya dengan tidak mau berkomitmen atau mengencani banyak orang sekaligus Menurut LePera, relationship anxiety bisa dihilangkan.

"Semakin kita terhubung dengan diri kita, semakin kita memahami bagaimana masa kecil memengaruhi kita dan itu bukan nasib atau takdir kita," kata dia.

"Semakin kita sembuh, semakin kita menghormati dan menghargai diri kita." "Saat kita menghormati dan menghargai diri kita, maka kita memulai hubungan dari perspektif koneksi diri yang berbeda daripada mengkhianati diri sendiri," imbuh dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gangguan Kecemasan dalam Asmara, Apa Pemicunya? 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved