Jelang PTM 100 Persen, SMAN 6 Kota Bogor Tambah Durasi Pembelajaran Siswa
SMA Negeri 6 Kota Bogor, terus mempersiapkan secara maksimal jelang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang akan dilakukan.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - SMA Negeri 6 Kota Bogor, terus mempersiapkan secara maksimal jelang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang akan dilakukan.
Wakil Kepala Kurikulum SMA Negeri 6 Bogor, Teti Novianti mengatakan untuk PTM 100 persen, SMA Negeri 6 Kota Bogor tidak terkendala apapun, mengingat persiapan telah dilakukan sejak jauh hari.
"Jadi untuk menyambut yang 100 persen ga ada kekhususan atau nambah lainnya itu ngga, karena memang secara sarana itu kami siap, hanya mungkin dari segi tahapannya," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com saat disambangi di SMA Negeri 6 Bogor, Rabu (19/1/2022).
Teti mengungkapkan, saat ini SMA Negeri 6 Kota Bogor menggunakan metode pembelajaran hybrid dalam satu sesi yaitu 50 persen siswa belajar tatap muka dan sebagian lainnya belajar secara online.
Menurutnya dengan lahan SMA Negeri 6 Kota Bogor yang luas, membuat 50 persen muridnya yang masuk ke area sekolah tidak akan berkerumun.
Teti pun mengaku, ketika ada arahan untuk pelaksanaan PTM 100 persen, pihak sekolah tidak akan semerta-merta memberlakukan PTM 100 persen tersebut.

"Karena varian baru sudah muncul dan di prediksi awal Februari, jadi sampai Februari nanti kami akan mempertahankan sesi ini saja dan lebih memperketat itu pasti, sampai keberangkatan dan pulangnya siswa juga dibagi dua gerbang masuknya," jelasnya.
Percobaan menjelang PTM ini, pihak sekolah juga sudah menambah durasi pembelajaran hingga 4 sampai 6 jam dan itu sudah dijalankan sejak hari Senin (17/1/2022) kemarin.
Lanjut Teti, pihak sekolah juga punya keleluasaan untuk melihat kebijakan, bila regulasi yang berlaku di kota Bogor hingga provinsi itu turun diharuskan PTM 100 persen, tetapi pihak sekolah tetap melihat kondisi yang ada disini.
"Karena sarana sudah siap dan memang sudah lama juga, cuma pengkondisian anak dan membiasakan anak itu yang lebih kami siapkan, tapi namanya sekolah juga harus melihat kondisi baik itu siswa dan guru, kondisi lingkungan, sekolah," pungkasnya.