JPP Kota Bogor Dukung Sikap Emil Soal Ucapan Arteria Dahlan Tentang Kajati yang Gunakan Bahasa Sunda

Nama politisi Arteria Dahlan kembali mencuat setelah ucapannya terkait Kajati yang memakai Bahasa Sunda menjadi perbincangan banyak orang.

Ist/Dok
Ketua LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran (JPP) Saleh Nurangga. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Nama politisi Arteria Dahlan kembali mencuat setelah ucapannya terkait Kajati yang memakai Bahasa Sunda menjadi perbincangan banyak orang.

Bahkan ucapan Arteria Dahlan itu pun mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyampaikan dalam pernyataan terbukanya.

"Jadi saya menyesalkan statemen dari Pak Arteria Dahlan. Masalah bahasa yang sudah ada ratusan tahun (sampai) ribuan tahun menjadi kekayaan nusantara ini, kalau tidak nyaman disampaikan, sesederhana itu," kata Ridwan Kamil dari keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com.

Bahkan Ridwan Kamil mengimbau Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

Menanggapi sikap Emil, elemen masyarakat Kota Bogor yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran (JPP) mendukung sikap Ridwan Kamil.

Ketua LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran (JPP) Saleh Nurangga mengatakan dukungan penuh terhadap langkah Ridwan Kamil yang menyesalkan sikap anggota DPR RI Arteria Dahlan, yang meminta Kajati memakai Bahasa Sunda saat rapat diganti.

“Setuju dengan statmen Gubernur Jabar. Karena, tidak sepantasnya beliau ( Arteria Dahlan) melakukannya, kata-kata seperti itu, merupakan perbuatan arogan, kenapa terkadang bahasa daerah lain pun terlontar saat rapat tapi tidak dilakukan teguran, misalnya, bahasa atau logat daerah bahkan bahasa Inggris, tidak aneh kan, biasa-biasa saja tuh, makanya, heran juga kenapa Arteria ini mengeluarkan perkataan tersebut,” tegas Saleh, Rabu (19/1/2022).

Saleh menilai ucapan tersebut sangat menyudutkan.

“Saya berharap, beliau meminta maaf atas pernyataannya kepada masyarakat Sunda, perlu diingat, kita beraneka ragam bahasa dan mereka adalah wakil rakyat yang mewakili masing-masing daerah, tentunya dengan berbagai bahasa. Jadi, tolong hargai perbedaan yang ada ini,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved