Kasus Covid-19 Kota Bogor Kembali Naik, Bertambah 23 Kasus Dalam 2 Hari

Kasus penyebaran Covid-19 Kota Bogor kembali alami peningkatan setelah sebelumnya sempat melandai.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Tangkapan layar isntastory Bima Arya
Bima Arya saat meninjau Pool Transpakuan Bubulak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus penyebaran Covid-19 Kota Bogor kembali alami peningkatan setelah sebelumnya sempat melandai.

Pada periode akhir Desember 2021 dan diawal Januari 2022, penambahan kasus Covid-19 Kota Bogor landai dengan penambahan kasus 1 - 2 kasus perhari.

Namun sejak dua hari ini di tanggal 19 Januari 2022 hingga 21 Januari 2022 terjadi penambahan kasus yang signifikan.

Data dari Dinas Kesehatab Kota Bogor mencata selama dua hari penambahan kasus sebanyak 23 kasus.

Sementara itu hingga Jumat (21/1/2022) ada 31 orang yang masih sakit Covid-19.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai salat subuh dan sebelum mendengarkan pembacaan kitab serta tausiyah, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan kabar terkait update Covid-19 varian Omicron di Kota Bogor

"Kemarin mendapatkan data dua hari terakhir ada lonjakan angka positif di Kota Bogor, yang biasanya nol (kasus), satu dan paling banyak dua, menjadi 11 dan kemarin menjadi 12," sebut Bima Arya dalam keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com dari humas Pemkot.

Bima Arya mengatakan, diatas kertas hitung-hitungan manusia angka ini akan terus naik, bisa sampai ratusan bahkan ribuan.

Tak ayal ia meminta seluruh jajaran bersiap siaga mengingat situasinya akan sama ketika varian delta menyerang tahun lalu.

Bahkan mungkin Rumah Sakit tidak akan cukup menampung begitu pula pusat isolasi tidak akan cukup.

"Diperkirakan akan dua sampai tiga kali lipat dari delta. Ketika delta menyerang pasien bisa mencapai ribuan, Rumah Sakit di Bogor tidak akan cukup, jadi lebih baik isolasi mandiri sambil di monitor," imbuhnya.

Ia menegaskan, Pemkot Bogor banyak belajar dari tahun lalu.

Pihaknya akan ikhtiar melawan dan mengatasi ini semua. Namun menurutnya bagaimanapun ujung-ujungnya tetap berserah kepada Sang Pencipta.

"Mudah-mudahan Allah mudahkan dan kuatkan karena situasinya sangat berat sekalipun Omicron ini tidak seganas delta, delta menyerang ke paru-paru, kalau omicron hanya di saluran pernapasan. Gejalanya mirip infeksi saluran pernapasan," katanya.

"Lagi-lagi ini analisis kedokteran dan hitungan manusia. Sama-sama kita kuatkan iman dan ikhtiar, mudah-mudahan majelis iman ini bisa membuat kita bersiap pada situasi buruk ke depan sembari mengharapkan yang terbaik dari Allah SWT," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved