Melihat Potensi Pertanian Cabai Rawit Merah di Kota Bogor, Bisa 16 Kali Panen

Minimnya keterbatasan lahan di Kota Bogor membuat aktivitas pertanian jauh berkurang dan tingkat produktivitas pun tak optimal.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Petugas pertanian cabai sedang memeriksa kondisi pohon cabai rawit merah di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Potensi pertanian di Kota Bogor memiliki potensi tinggi.

Minimnya keterbatasan lahan di Kota Bogor membuat aktivitas pertanian jauh berkurang dan tingkat produktivitas pun tak optimal.

Melihat kondisi tersebut pertanian cabai rawit merah memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

Seorang petani milenial di wilayah Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Riyadul Muslim (35) mengatakan bahwa sebagian besar pasokan sayur dan buah untuk kebutuhan Kota Bogor dan wilayah Jabodetabek berasal dari wilayayah luar kota dan Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Dengan adanya pertanian lokal kata Riyadul bisa memangkas waktu distribusi dan menambah pasokan untuk kebutuhan dalam kota.

"Pertanian ini salah satu sektor yang memiliki potensi ekonomi yang kuat bahkan bisa melaju kepada inflasi khususnya cabai jika ada kendala cuaca  atau ada gangguan pertanian di wilayah Jawa yang menjadi basis pertanian ini kemungkinan besar dikita akan inflasi cabai melonjak," ujarnya.

Di Kota Bogor kata Riyadul dengan keterbatasan lahan diharapkan para kaum milenialnya bisa ikut aktiv mengelola pertanian.

Saat ini Riyadul mengelola lahan seluas 7.000 meter dengan menanam 11.000 pohon cabai dibantu oleh empat sember daya manuasia yang ada.

Tak hanya itu Ia pun menggunakan sistem pertanian tumpang sari sehingga dalam satu area pertanian bisa dua kali panen.

"Untuk hasil panennya hitungannya harga paling rendah itu Rp 15 ribu per kilo tidak pernah dibawah Rp 10 ribu, dengan estimasi produktivitas cabai 10 ton, 15 ribu kali 10 ton sudah lumayan," katanya.

Jumlah tersebut kata Riyadul sufah menutupi biaya produksi dan mendapat untung bersih.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved