Omicron Merebak, MUI Imbau Salat Jumat Diganti Salat Zuhur di Rumah

Miftahul Huda mengimbau umat Islam untuk mengganti salat Jumat berjamaah di masjid dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi - MUI mengimbau umat Islam untuk mengganti Salat Jumat berjamaah di masjid dengan Salat Zuhur di rumah masing-masing. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus Covid-19 termasuk varian Omicron mengalami kenaikan drastis beberapa hari terakhir.

Pemerintah mulai menerapkan sejumlah aturan baru untuk menekan angka penyebaran.

Termasuk sejumlah imbauan untuk tidak berkerumun.

Bagaimana untuk salat berjamaah di masjid?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (KF-MUI) Miftahul Huda mengimbau umat Islam untuk mengganti salat Jumat berjamaah di masjid dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Baca juga: Anda Terpapar Omicron? Segera Akses Layanan Telemedicine untuk Dapatkan Obat dan Vitamin Gratis

Hal ini terkait dengan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron yang kian meluas di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurutnya, soal pembolehan ganti Salat Jumat dengan Zuhur di rumah masing-masing itu sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah di tengah pandemi masih relevan untuk dijadikan pedoman bagi umat.

Dalam pedoman itu disebutkan, bila suatu tempat terdapat wabah atau Covid-19, maka diperbolehkan mengganti ibadah seperti Salat Jumat yang biasanya dilakukan di masjid dengan ibadah Salat Zuhur.

Ibadah Salat Zuhur pun sebaiknya dilakukan dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan.

"Artinya, bila suatu tempat kita tinggal itu positif Covid itu banyak yang mengenai jamaah atau tetangga kita yang dinyatakan positif, tentunya ibadah salat berjamaah bisa dilakukan di tempat masing-masing. Dan pelaksanaan salat Jumat bisa diganti dengan Salat Zuhur, itu jika kondisi tak terkendali," kata Miftahul dikutip dari situs resmi MUI, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak, Kapolres Bogor: Belum Ada Temuan Varian Omicron

Penegasan Fatwa MUI soal Ibadah saat Pandemi

Kiai Miftahul lantas menjelaskan, di saat fatwa MUI terkait ibadah saat pandemi ini ditetapkan, publik belum siap menghadapi Covid-19.

Secara pengetahuan, kata dia, juga masih ada simpang siur di masyarakat soal bagaimana Covid-19 dan bagaimana hidup bersama Covid-19.

Nah, saat ini kondisi sekarang ini sudah berbeda. Kata Kiai Miftahul, lantaran sudah banyak masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved