IPB University
Wakil Bupati Orideko I Burdom : Biar Raja Ampat Mahal Terus
Wakil Bupati Raja Ampat Orideko I Burdom ogah menurunkan rate wisata di Raja Ampat, Papua.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vivi Febrianti
Orideko I Burdom menerangkan pihaknya juga sudah menerapkan sistem home stay untuk wisatawan.
Hanya saja sejak adanya pandemi, home stay di Raja Ampat menjadi tak terawat karena sepi pengunjung.
"Kami lagi benahi, karena covid kemarin home stay banyak tidak ada pemeliharaan sehingga ya begitulah. Sekarang pemerintah ada perhatian untuk perbaikan home stay, terus bagaimana kita kasih motivasi lagi untuk homes stay supaya turis masuk lagi mereka bisa berkembang lagi," kata Orideko I Burdom.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc. juga sempat mencanangkan kemungkinan munculnya paket wisata murah di Raja Ampat.
Teorinya sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yakni dengan memberdayakan masyarakat untuk membuat home stay berstandar wisata.
Menurut Fredinan, pernyataan Wakil Bupati Raja Ampat memiliki pendekatan yang berbeda.
"Dilihat dari value sumber daya sama kemampuan bayar turis, nah itu beda pendekatannya. Kemampuan bayar itu kan. Saya bilang untuk penyesuaian kemampuan bayar masyaraat. Sehingga dia memilih gak usah di resort, di home stay (saja)," kata Fredinan.
Baca juga: Ironi Mencari Penerus Pelaku Wisata di Raja Ampat, Kuliah Susah Sinyal hingga Tak Punya Perpus
Ia pun tak memungkiri biaya untuk ekowisata memang cukup mahal karena harus menghitung biaya pemulihan sumber daya alamnya.
"Biaya tertentu itu bisa saja dipertahankan mahal, cuma jangan digeneralisasikan," katanya.
Mahal yang dimaksud Orideko ialah dengan menjadikan Raja Ampat sebagai wisata eksklusif.
Namun menurut Fredinan, jangan kesan eksklusif yang disematkan justru membuat wisatawan lain menjadi enggan datang ke Raja Ampat.
"Mahal itu ketika berikan ekslusif pada pengeunjung yang dibatasi jumlahnya. kompensasi yang dibatasi itu kan jadi mahal. Jangan sampai mahal itu kesannya orang jadi jauh datang ke sini. itu beda pemahamannya," kata Fredinan.
Pemerintah Raja Ampat mengaku mengaplikasi konsep home stay untuk menjadi pilihan wisatawan selain resort.
Namun konsep tersebut, kata Fredinan, justru membuat Pemerintah setempat takut kehilangan kesan mahal.
"Yang dia khawatirkan dia kehilangan mahalnya itu dari pengunjung. dia pengen Raja Ampat tetap eksklusif, ekslusif menurut dia identiknya dengan mahal nah itu yang kelirunya di situ," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/wakil-bupati-raja-ampat-orideko-i-burdom-saat-aksi-bersih-pantai.jpg)