Ridwan Kamil Arahkan Kebijakan PTM per Wilayah, Bima Arya: Omicron Masih Sangat Tinggi
Wali Kota Bogor Bima Arya turut menanggapi rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Wali Kota Bogor Bima Arya turut menanggapi rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Berdasarkan literatur yang dihimpun oleh TribunnewsBogor.com, Ridwan Kamil meminta kebijakan PTM di sekolah wilayah Jawa Barat dilakukan secara mikro dan diarahkan setiap kecamatan.
"Kita masih observasi dulu dari Data-data yang ada. Karena hingga hari ini tercatat 240 yang terpapar karena PTM," ujar Bima Arya saat ditemui oleh TribunnewsBogor.com di Puri Begawan, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (10/2/2022).
Observasi tersebut, sambung Bima Arya, karena melihat wilayah.
Sebab dikhawatirkan hal tersebut justru akan menambah klaster penyebaran.
Berdasarkan data, dari angka Bed Occupancy Rate (BOR) dan penyebaran, saat ini sudah mencapai tingkat keterisian 35%.
"Kalau dibagi per kecamatan tadi, saya rasa persoalannya lintas wilayah. Itu ada crossing nanti, bukan semuanya tinggal di wilayah itu. Kan tetap ada lintas wilayah," tambahnya.
Oleh karena itu, Bima tegaskan, masih belum merencanakan PTM meskipun dengan konsep seperti itu.
"Jadi kita belum merencanakanu tuk membuka PTM walaupun dengan komsep kewilayahan tadi, selama lonjakan ini masih tinggi. Per hari ini Omicron masih sangat tinggi. Jadi belum ada arah ke sana. Tinggal kita lihat trennya sudah lebih baik, maka kita akan mungkin melakukan PTM," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/wali-kota-bogor-saat-ditemui-oleh-tribunnewsbogorcom-kamis-1022022.jpg)