Pesona Raja Ampat, Wisata Alam yang Merasa Eksklusif dengan Kemiskinan Sinyal Internet
Keindahan gugusan pulau yang tersebar di Waigeo, Batanta, Salawati juga Misool teramat memanjakan mata.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - "Kok ada wilayah di Indonesia yang belum terjamah jaringan. Saya sampai stres,"
Ucapan itu terlontar langsung dari seorang dosen di Waisai, Raja Ampat, Papua.
TribunnewsBogor.com bertemu dengan Anastasia Gustyarini saat hari kedua menginjakkan kaki di Raja Ampat.
Namun, ini merupakan tahun ketiganya tinggal di Papua.
Ia merupakan Dosen D3 Ekowisata Universitas Negeri Papua Anastasia.
Pertama kali bertemu, Anastasia tak ragu mencurahkan semua keluhnya.
Yang pertama kali terucap ialah soal sulitnya jaringan internet.
"Saya hampir 3 tahun di sini itu sama sekali gak ada (internet). jadi saya gak bisa akses internet," katanya.
Pesona alam Raja Ampat memang tak bisa dibantahkan.
Baca juga: Wakil Bupati Orideko I Burdom : Biar Raja Ampat Mahal Terus
Keindahan gugusan pulau yang tersebar di Waigeo, Batanta, Salawati juga Misool teramat memanjakan mata.
Belum lagi cantiknya ekosistem bawah lautnya.
Sejauh mata memandang, ikan cantik, juga terumbu karang menjadi daya tarik yang tak terelakkan lagi.
Wajar rasanya bila Presiden Jokowi menunjuk Raja Ampat menjadi satu dari 10 pariwisata prioritas di Indonesia.
Sayangnya, semua itu hanya bisa dinikmati sendiri saja.
Betapa tidak, di era modern yang serba digital seperti sekarang, di Raja Ampat sinyal justru menjadi barang langka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/keindahan-bawah-laut-di-raja-ampat.jpg)