Harga Kedelai Merangkak Naik, Penjual Lauk Matang di Bogor Menjerit

Naiknya harga kedelai membuat sejumlah penjual tempe dan tahu serta masakan matang di Bogor langsung merasakan dampaknya.

Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Tempe orek di warung makan milik Susatyo (30) Jalan Raya Ciomas, Bogor, Senin (14/2/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Naiknya harga kedelai membuat sejumlah penjual tempe dan tahu serta masakan matang di Bogor langsung merasakan dampaknya.

Pemilik warung makan, Susatyo (30) mengaku sudah mengetahui terkait kenaikan harga kedelai.

Dengan kondisi tersebut, kata Susatyo akan menaikkan harga sejumlah lauk yang menggunakan bahan baku kedelai.

"Ngikutin harga naik aja, kalo kedelai kan tempe sama tahu berati itu kita naikkan," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com saat disambangi di warung makan miliknya, Jalan Raya Ciomas, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin (14/2/2022).

Lebih lanjut, Susatyo menegaskan naiknya harga kedelai akan menambah daftar lauk di rumah makan yang mengalami kenaikan.

"Sebelumnya waktu harga telur naik juga kita naikkan, minyak juga sama, kalo sekarang mau naik ya kita naikkan juga," katanya.

Diketahui saat ini harga tempe berukuran besar yakni Rp 12 ribu dan ukuran kecil Rp 10 ribu.

Sedangkan untuk tahu putih seharga Rp 6 sampai 7 ribu serta tahu kuning Rp 4 ribu per bungkusnya.

Ia menambahkan bahwa untuk saat ini ditempat dirinya membeli bahan makanan untuk diolah, harganya belum ada kenaikan.

"Belum naik kalo sekarang, saya sempat nanya juga ke tempat lain emang belum naik, jadi kalo hari ini emang naik berati saya naikkan harga masakannya juga," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved