Kemenkes Sebut Kepesertaan BPJS Kesehatan Masih 78,2 Persen 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, dari sisi kepesertaan, target dalam RPJMN di 2024 itu sekira 98 persen dari penduduk Indonesia. 

Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Warga saat mengurus administrasi di kantor pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, dari sisi kepesertaan, target dalam RPJMN di 2024 itu sekira 98 persen dari penduduk Indonesia. 

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, saat ini tingkat kepesertaan masih di angka 78 persen. 

"Saat ini, kepesertaan ada sekira 78,2 persen (per 2021)" ujarnya dalam webinar "BPJS Kesehatan Syarat Wajib Layanan Publik", Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Moeldoko Sebut Syarat Wajib Kepesertaan BPJS Kesehatan untuk Jual Beli Tanah Sangat Logis

Jumlah tersebut yakni terdiri dari Penerima Bantuan Iuran (PBI), di mana mereka itu yang memang miskin dan tidak mampu, hingga dibayari pemerintah sekira 83 juta orang. 

"Kemudian, dari peserta yang dibiayai oleh pemda. Ini bisa penuh dibayar atau mungkin dia mendapat bantuan iuran, ini sekira 37 juta orang," kata Kunta.

Baca juga: Selain untuk Jual Beli Tanah, BPJS Kesehatan Juga Jadi Syarat Urus SIM, STNK, SKCK dan Naik Haji

Lalu, ada juga yang dari pekerja formal, yakni pekerja BUMN, swasta ataupun pegawai negeri, dan terdapat pekerja informal. 

"Jadi, selisih paling besar pekerja informal, sehingga (Inpres Nomor 1 Tahun 2022) ini kita lakukan untuk meningkatkan kepesertaan," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved