Anies Sebut Ada 4 juta Orang di Jabodetabek yang Bepergian Setiap Hari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap, ada 4 juta orang di Jabodetabek yang bepergian setiap hari.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap, ada 4 juta orang di Jabodetabek yang bepergian setiap hari.

Jumlah sebanyak itu hampir separuh dari total penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta orang lebih.

Kata Anies, mereka bepergian tidak hanya menggunakan angkutan pribadi tetapi angkutan umum.

Karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini memandang, pentingnya mengintegrasikan layanan transportasi angkutan umum demi menunjang mobilitas penduduk.

Baca juga: Jika Ganjar Pranowo Tak Maju di Pilpres 2024, Anies Baswedan Diperkirakan Ungguli Prabowo Subianto

“Transportasi dan mobilitas tentu saja memainkan peran kunci dalam menopang kegiatan ekonomi kami, serta kehidupan sehari-hari kami di sini di Jakarta,” ujar Anies saat menjadi keynote speaker dalam acara U20 Jakarta E-Mobililty secara virtual di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Tingginya mobilitas penduduk di Kota Satelit, kata Anies, tentunya akan berimplikasi pada polusi udara.

Oleh karena itu, merupakan hal yang logis jika pemerintah membuatkan regulasi untuk mengatur emisi.

“Ini adalah sektor prioritas untuk karbonisasi. Jadi, Itulah fakta kami di sisi lain kami juga merupakan kota yang mengungkapkan komitmen eksplisit dan kuat untuk terlibat dalam gerakan untuk mengatasi, krisis iklim global,” jelas Anies.

Baca juga: Gara-gara Kerupuk Emping, Anies Baswedan Ngaku Ingin Jalan-jalan Ke Aceh

“Dan tidak hanya hari ini, kami memulainya pada tahun 2012. Pemerintah Jakarta telah mengambil langkah serius dengan berkomitmen untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang berketahanan iklim,” lanjutnya.

Menurutnya, lima tahun yang lalu atau 2017 silam, pemerintah daerah mempercepat upaya untuk mendorong aksi iklim agar jauh lebih baik.

Baca juga: Survei 15 Nama pada Pemilih Kritis SMRC, Anies Baswedan Posisi Kedua, Elektabilitas Ganjar Tertinggi

Hal ini juga sejalan dengan laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa hari lalu yang menyoroti pentingnya mempercepat adaptasi terhadap perubahan iklim, terutama komitmen politik dan implementasinya.

Komitmen itu telah tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 90 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Bebas Karbon.

Dia menyebut, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi pemerintah demi mencapai target tersebut.

Mulai dari menyediakan sistem transformasi yang efisien untuk mengakomodasi lebih dari 20 juta perjalanan setiap hari.

Di sisi lain, pemerintah harus memastikan bahwa kesetaraan dan keberlanjutan lingkungan dalam kota tetap terjamin.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved