Teror Virus Corona

Omicron Siluman Disebut Lebih Berbahaya Dibanding Covid-19 Omicron Biasa, Ini Penjelasan Kemenkes

deteksi dini apabila muncul gejala Covid-19 dengan tes PCR maupun rapid test antigen dinilai efektif untuk mencegah terjadinya cluster penularan

Editor: khairunnisa
Vektor Kunst/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus infeksi Covid-19 varian Omicron siluman'> Omicron siluman sudah terdeteksi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) mencatat, sejauh ini sudah ada 330 kasus Omicron siluman'> Omicron siluman di Indonesia siluman.

Omicron siluman'> Omicron siluman adalah sebutan bagi subvarian Omicron BA.2. yang berasal dari garis keturunan varian Omicron.

Untuk diketahui Omicron terdiri dari beberapa subvarian.

Subvarian yang paling umum adalah BA.1, BA.1.1, dan BA.2.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menuturkan, subvarian Omicron BA.2 atau Omicron siluman'> Omicron siluman memiliki kemampuan menular lebih cepat daripada varian Omicron yang sekarang.

“Beberapa studi mengatakan, mengapa subvarian BA.2 menjadi kekhawatiran karena dikatakan varian BA.2 lebih cepat menular daripada Omicron yang sekarang," terang Nadia kepada Kompas.com, Kamis (3/3/2022).

"Jadi akan banyak sekali orang sakit, kalau kemudian kita tidak segera deteksi (dengan tes PCR)," sambungnya.

Oleh sebab itu, deteksi dini apabila muncul gejala Covid-19 dengan tes PCR maupun rapid test antigen dinilai efektif untuk mencegah terjadinya cluster penularan yang lebih luas.

Baca juga: Curhat Wakil Wali Kota Bogor Lakukan Isoman Karena Positif Covid-19: Saya Batal Ketemu Anak

Omicron siluman'> Omicron siluman berisiko sebabkan penyakit parah

Selain memiliki kemampuan menular lebih cepat, varian omicron siluman juga mempunyai kemampuan mengelabui sistem kekebalan yang lebih baik dibandingkan subvarian BA.1.

Akibatnya, orang yang terpapar corona varian omicron siluman ini akan lebih mudah sakit, dan virus tersebut juga berisiko menyebabkan penyakit parah pada pasien.

"Subvarian BA.2 meningkatkan kemampuan untuk membuat orang yang sudah sembuh menjadi sakit lagi, reinfeksi lebih tinggi pada orang yang terinfeksi dengan BA.2. Tapi kalau kita lihat dari sisi diagnostik dia ( Omicron siluman'> Omicron siluman) tidak bisa dideteksi dengan SGTF," terang Nadia.

Omicron siluman'> Omicron siluman lebih sulit dideteksi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved