Ternyata Ini Asal Usul Nama Kampung Berisik di Bogor, Warganya Punya Kekuatan Khusus

Diberinama Kampung Berisik rupanya memiliki pengertian tersendiri. Penamaannya ternyata berkaitan erat dengan aktifitas warga di sana.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Asal-usul penamaan Kampung Berisik di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Suatu wilayah atau tempat biasanya diberi nama sesuai keadaan atau kebiasaan masyarakat sekitar.

Salah satunya di Kampung Berisik, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Diberinama Kampung Berisik rupanya memiliki pengertian tersendiri.

Seorang warga, Edi Anwar (43) menceritakan, penamaan Kampung Berisik rupanya berkaitan erat dengan aktifitas warga di sana, yakni pengrajin wajan tradisional.

Ia menuturkan, yang menjadikannya kata berisik ialah bunyi baja yang dipukul menggunakan palu dalam proses pembuatan Wajan.

Bunyi ketukan palu yang bersaut-sautan antara bengkel wajan satu dengan bengkel lainnya terjadi setiap hari.

Biasanya para pengrajin melakukan produksinya mulai pukul 08.00-16.00 setiap hari.

Kegiatan tersebut sudah dilakukan masyarakat di sana sejak tahun 1960-an dan sudah turun temurun dilakukan.

"Dari Buyut saya dulu mungkin ya sampe turun ke kakek, ayah saya, sampe sekarang saya yang menjalaninya," jelas Edi kepada TribunnewsBogor.com, Minggu(13/3/2022).

Produksi wajan raksasa di Kampung Berisik, Desa Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Produksi wajan raksasa di Kampung Berisik, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor. (TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

Hasil karya dari bengkel-bengkel di sini sudah dikirim hingga berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sudah mencapai negara-negara di Asia.

Tempat ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat, dan menjadikannya sentra usaha pengrajin wajan.

Baca juga: Mengintip Pembuatan Wajan Tradisional di Bogor, Pasarnya Tembus hingga Luar Negeri

Tercatat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) pernah mengunjungi Kampung Berisik ini, dan menawarkan bantuan alat yang dibutuhkan untuk para pengrajin disini.

Para pengrajin disini semua dilakukan oleh pria, hal itu di karenakan membutuhkan tenaga untuk membentuk lengkungan ada baja.

Proses pembuatan wajan raksasa secara tradisional di di Kampung Berisik, Desa Cibadak, Tanah Sareal Kota Bogor, Minggu (13/03/2022).
Proses pembuatan wajan raksasa secara tradisional di di Kampung Berisik, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal Kota Bogor, Minggu (13/03/2022). (TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

Selain membutuhkan tenaga extra, keterampilan dan pengalaman pun dibutuhkan, karena sangat sulit untuk membentuk baja yang datar menjadi lengkungan yang mulus sempurna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved