Minyak Goreng Langka, Begini Perjuangan Tarsih Agar Pabrik Kerupuknya Tetap Renyah
Sejumlah pemilik UMKM bidang makanan menghadapi persoalan serius dengan sulitnya mendapatkan minyak goreng
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM,TANAH SAREAL - Kelangkaan minyak goreng murah berdampak pada sejumlah idustri rumahan di Bogor.
Sejumlah pemilik UMKM bidang makanan menghadapi persoalan serius dengan sulitnya mendapatkan minyak goreng.
Hal ini dirasakan Tarsih (55) pengelola pabrik kerupuk yang berlokasi di Kampung Munjul, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Meski kesulitan mendapatkan minyak goreng, tidak lantas membuat Tarsih harus menghentikan produksinya.
Tarsih yang 18 karyawan harus terus beroperasi meskipun omzetnya menurun.
"Minyak harga berapapun enggak masalah, karna yang penting saya tetap bisa bayar karyawan, walaupun untungnya sedikit" ujarnya, Tarsih saat ditemui di pabiknya, Kamis (17/3/2022).
Dalam proses penggorengan kerupuk, ia menggunakan minyak goreng curah, dan membelinya langsung dari salah satu agen di Bogor.
Pemilik pabrik kerupuk ini sempat menunjukan nota pembelian minyak goreng curah kepada TribunnewsBogor.com.
Karena harga minyak yang melambung, pabriknya harus menurunkan jumlah produksinya.
"Normalnya sebelum minyak naik itu bisa 700 kg/perhari, sekarang cuma 300 kg/hari" jelasnya.
Pembelian minyak goreng curah saat ini pun dibatasi.
"Dulu bisa beli lima drum, sekarang dibatasi cuma dua drum" tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pabrik-kerupuk-tarsih.jpg)