'Dua Pekan Udah Ga Jual' Keluh Pedagang Sembako di Parung Bogor Bicara Langkanya Minyak Goreng

Kelangkaan minyak goreng dikeluhkan pedagang sembako di Pasar Raya Parung, Jalan Raya Parung, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Samiem (56) pedagang sembako di Pasar Raya Parung, Jumat (18/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Kelangkaan minyak goreng dikeluhkan pedagang sembako di Pasar Raya Parung, Jalan Raya Parung, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Samiem, pedagang sembako di Pasar Parung mengaku dirinya sudah dua pekan tidak menjual minyak goreng.

"Mau itu minyak goreng kemasan atau curah saya udah ga jualan dua Minggu," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com dengan nada lemas, Jumat (18/3/2022).

Wanita asli Madiun itu hanya berharap agar ketersediaan minyak goreng ditempat-tempat jualan bisa tercukupi.

Tak hanya itu, kelangkaan minyak goreng kemasan juga berdampak dengan omzet pemasukan.

"Bukan dari pas gak jualan minyak goreng aja turunnya, dari awal Covid aja udah ngurang pemasukannya, ditambah sekarang," kata ibu kelahiran 1965 ini.

"Selama tidak menjual minyak goreng, pemasukan di toko miliknya alami penurunan," tambahnya.

Terkait harga jual, Samiem menjelaskan, per liter minyak goreng menyentuh angka Rp 20 ribu.

"Sekarang aja harganya yang satu liter bisa kena Rp 20 ribuan, dua liternya ada yang Rp 40 sampai Rp 60 malah, gak kira-kira itu namanya nyekek kita warga kecil, minyak curah aja Rp 20 ribu per kilo, gak ada semua stoknya," paparnya.

Diketahui, dua pekan lalu, Samiem saat menjual minyak goreng masih dalam harga subsidi, yaitu Rp 14 ribu untuk satu liter dan Rp 24 ribu dua liter, sedangkan untuk minyak goreng curah Rp 18 ribu per liternya.

Dengan menjelangnya bulan puasa ini, dirinya menjadi khawatir akan ketersediaan minyak goreng di tokonya.

Ia menambahkan bahwa saat ini untuk minyak goreng kebutuhan keluarganya juga cukup sulit dicari.

"Buat kita aja susah sekarang, tapi biarpun ada stoknya harganya juga mahal ya gapapa mau saya beli buat jualan lagi, yang penting bisa jadi uang, yang penting ada dulu, buat kebutuhan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved