Meski Sering Kecelakaan, Anies Anggap Sudirman Said Mampu Awasi Kinerja Transjakarta
Budi mengatakan, sebagai Komut di perseroan daerah, tugas Sudirman memberikan arahan kebijakan secara umum.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sosok Sudirman Said sebagai Komisaris Utama (Komut) dianggap mampu mengawasi kinerja PT Transjakarta, meski dia tidak memiliki rekam jejak pendidikan di bidang transportasi.
Meskipun pula dalam 3 bulan terakhir, Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada 17 kecelakaan dialami Transjakarta dan angka ini dianggap sangat tinggi.
Pemprov DKI Jakarta berdalih, Sudirman tidak bekerja sendirian untuk mengawasi kinerja Transjakarta, tapi juga disokong oleh Komisaris dan direksi lain.
“Kalau di korporasi kan tugasnya Komisaris intinya dua, yaitu menasehati dan mengawasi. Tentu beliau juga nggak bergerak sendiri, karena ada komite yang lain juga,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Budi Purnama pada Jumat (18/3/2022).
Baca juga: Sikap Anies Baswedan Usai Salat Subuh Tuai Pujian, Sempat Jadi Trending
Budi mengatakan, sebagai Komut di perseroan daerah, tugas Sudirman memberikan arahan kebijakan secara umum.
Selain itu, Sudirman juga pernah mengurus perusahaan besar dan lembaga vertikal, sehingga tidak sulit baginya memimpin Transjakarta.
“Saya harapkan jadi sosok leadership, karena Transjakarta ini kan pelayanan publik, saya harapkan beliau bisa mewarnai TJ lebih baik,” ujar Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menampik isu penunjukan Sudirman karena memiliki unsur kedekatan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kata dia, pergantian jajaran direksi maupun komisaris di BUMD merupakan hal yang biasa dan kewenangan pemegang saham, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.
“Tentu Pemprov ingin menyegarkan organisasi teman teman di Transjakarta supaya disegarkan dengan wajah baru dan pak Sudirman Said kan pengalaman di beberapa perusahaan,” katanya.
“Beliau pernah di (perusahaan bidang) energi, pernah di PT Pindad gitu ya jadi beliau pasti dianggap memiliki kapasitas untuk bisa bantu sama-sama memajukan Transjakarta,” lanjutnya.
Baca juga: Kembangkan MRT dan LRT, Anies Baswedan Undang Investor dari Uni Emirat Arab
Sementara itu anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak berpandangan lain.
Dia menuding, penunjukan Sudirman karena memiliki unsur kedekatan dengan Anies karena pernah menjadi Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi pada 2017 lalu.
“Unsur kedekatan menjadi menonjol karena latar belakangnya tidak mendukung,” ujar Gilbert berdasarkan keterangannya pada Jumat (18/3/2022).
Gilbert mengatakan, harusnya Anies menunjuk sosok Komut Transjakarta dari dunia transportasi, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih prima bagi masyarakat.