Begal Sadis di Tugu Pancakarsa Bogor Terekam Kamera CCTV, Polisi Mendalami Kasus

Aksi kejam pelaku pembegalan di Bogor terekam kamera CCTV dan beredar di media sosial (medsos).

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tempat kejadian pembegalan sadis di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Aksi kejam pelaku pembegalan di Bogor terekam kamera CCTV dan beredar di media sosial (medsos).

Dari rekaman video CCTV yang beredar, terlihat bahwa peristiwa itu diduga terjadi pada Senin (21/3/2022) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Alternatif Sentul tepatnya di sebuah simpang dekat kolong fly over tol tak jauh dari Bundaran Tugu Pancakarsa.

Dalam video berdurasi 59 detik itu seperti yang diunggah @bogor24update terlihat ada dua pengendara motor yang diduga sedang beristirahat dan duduk di beton pembatas jalan.

Tiba-tiba segerombolan orang pelaku yang berjumlah sekitar 6 orang mengendarai 3 unit motor mendekati korban dan tanpa basa-basi langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam (sajam).

Kedua korban yang tengah santai dibacok sampai beberapa kali oleh pelaku.

Terlihat dari video, dari gerombolan pelaku begal ini, beberapa diantaranya berperan melakukan pembacokan, beberapa orang pelaku lainnya mengambil motor korban untuk kemudian dibawa kabur.

Dari kedua korban, terlihat salah satunya berhasil melarikan pasca kena bacok, sedangkan satu korban lagi terlihat tersungkur setelah terlihat dibacok berkali-kali oleh para pelaku.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (21/3/2022), kejadian itu pun menjadi pembicaraan hangat warga di sekitar lokasi kejadian.

"Saya baru tahu tadi jam 08.00 WIB pas ke sini. Tadi ada juga polisi foto-foto di sini (olah TKP)," kata pria inisial E (44), salah satu warga sekitar kepada TribunnewsBogor.com, Senin (21/3/2022).

E menuturkan bahwa kedua korban memang dikenal kerap nongkrong di sekitar lokasi kejadian.

Korban pertama dikenal berinisial E alias B dan korban kedua berinisial E alias T yang dikenal sebagai penarik ojek.

Lokasi kejadian tersebut dikenal warga memang kerap jadi tempat orang nongkrong hingga di waktu malam hari.

"Dia (korban) memang suka mangkal di sini. Dulu kan di sini ada warung dan pangkalan ojek, sekarang gak ada. Di sini termasuk jarang pembegalan. Justru saya juga bingung, sering denger berita di luaran, tapi sekarang kejadiannya di sini," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved