Kaca Kereta Commuterline Pecah Akibat Ditembak Oknum Tak Bertanggungjawab, Ini Respon Polisi

Kereta rel listrik (KRL) tujuan Tanah Abang-Rangkas Bitung mengalami pecah kaca.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Commuter Line siang ini lengang 

"Kereta ini kan jalan dari Tanah Abang ke Rangkasbitung, baru diketahuinya pada saat berhenti di Stasiun Kebayoran Lama.

Ada beberapa stasiun yang dilewati mulai dari Tanah Abang kemudian Palmerah, baru di Kebayoran Lama," ucap Harun.

Harun sebelumnya mengatakan, penyelidikan kasus penembakan KRL itu sedang berjalan.

Salah satunya dengan memeriksa proyektil dari senapan angin yang didapat di dalam KRL.

Selain itu, ada tiga orang saksi dari pihak PT KAI Commuter yang telah diperiksa guna mengusut kasus penembakan itu.

"Sementara saksi masih tiga orang yang kami mintai keterangan dari pengawalan kereta api," ucap Harun.

PT KAI Commuter sebelumnya menyebutkan, kerusakan kaca KRL itu karena aksi vandalisme pelemparan.

Namun, setelah ditelusuri, kaca KRL retak dan berlubang diduga akibat tembakan senapan angin.

"Tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, dalam keterangannya, Kamis (31/3/2022).

Pasalnya, PT KAI Commuter menemukan proyektil dalam KRL 2138 yang diduga dari senapan.

Anne mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengungkap pelaku penembakan dengan senapan angin itu.

"Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum," kata Anne. PT KAI Commuter juga mengecam tindakan tersebut dan mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalur rel untuk melakukan pencegahan tindakan vandalisme.

(Kompas.com)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved