Kabar Artis
Bikin Vicky Prasetyo Tersungkur di Ring Tinju, Pukulan Azka Disebut Mengerikan: Sakitnya Ga Kebayang
Dari ronde pertama hingga ronde keedua, Vicky Prasetyo tak bisa menghindar, ia pun jatuh tersungkur dipukul Azka Corbuzier.
Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
Hal itu terlihat ketika Azka di-psy war oleh Vicky Praseyo, remaja itu justri sama sekali tak terpancing.
Bung Jebret menyebut mental Azka Corbuzier yang baik itu lantaran adanya peran ayhnya, Deddy Corbuzier.
"Gue rasa itu ilmu bapaknya deh. Bapaknya kan master of psychology, jadi mungkin dia kasih tahu Azka soal psikologi psy war yang dilakukan Vicky," tambahnya.

Maka dari iu, Bung Jebret menyebut Azka Corbuzier memiliki prosepek yang bagus untuk menjadi petinju profesional.
"Jadi prospek juga sih Azka buat ke depannya. Kalau dia katanya umur 8 tahun udah ada bakat, terus kalau dilatih dengan benar
Terus kalau dia suka, ya tinggal dipilih aja, bkick bxing, tnju, MME atau yang lain," pungkasnya.
Baca juga: Tantang Tinju Vicky Prasetyo, Terungkap Kekuatan Terpendam Azka, Sempat Bikin Hidung Pria Ini Patah
Tanggapan Azka Usai Kalahkan Vicky Prasetyo
Azka Corbuzier menyebut dirinya hanya akan bermain-main di ronde pertama melawan Vicky.
"Untuk first round, cuman akan main-mainin aja," ucap Azka.
Setelah ronde pertama, remaja 15 tahun ini menegaskan baru akan bertarung dengan serius dan melancarkan pukulannya.
"Second round aku akan akan hit the head," terang Azka Corbuzier.
Deddy Corbuzier mengatakan, sang putra memiliki pukulan yang sangat menakutkan.
"Saya berani jamin bahwa ini anak keahliannya luar biasa.
Saya fight sama dia aja, saya takut," kata Deddy.

Kendati demikian, mantan suami Kalina Oktarani ini pun tetap mewanti-wanti Azka agar tidak jumawa.
"Jangan jumawa, jangan sombong.
Kalau di boxing, kita nggak pernah tahu," ujar Deddy Corbuzier.
Ia menambahkan, Azka bisa saja kalah dari Vicky Prasetyo karena terlalu menganggap remeh lawannya tersebut.
"Kalau pun kamu yakin menang, jangan menganggap remeh lawan siapapun itu.
Karena kekalahan kita itu ketika menganggap remeh lawan," jelasnya. (*)