Sejarah Kopi Rumasa Cijantur, Emas Tersembunyi di Bogor, Punya Aroma Durian dan Mangga
Ia menyebutkan yang mengacu ditemukannya kopi tersebut karena adanya Tuan Tanah pemilik perkebunan kopi di Bogor yaitu Jonathan Rig.
Penulis: Siti Fauziah Alpitasari | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Kopi Rumpin Punya Rasa (Rumasa) yang berlokasi di Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi.
“Hasil telusuri adanya kopi Cijantur, memperkirakan adanya kopi itu pada abad ke-19,” tutur pemerhati Rumpin, Mulya Diva kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (3/4/2022).
Ia menyebutkan yang mengacu ditemukannya kopi tersebut karena adanya Tuan Tanah pemilik perkebunan kopi di Bogor yaitu Jonathan Rig.
Jonathan Rig akan membuka lahan-lahan area perkebunan kopi di wilayah Bogor.
Karena butuh perluasan untuk perkebunan kopi pada tahun 1863, ditemukan situs kaki gajah atau situs kebon kopi di Ciaruten Kecamatan Cibungbulang yang di pastikan erat dengan kopi Cijantur.
“Situs kaki gajah ini dulu di temukan oleh Tuan tanah untuk perkebunan kopi, nah ini juga bisa berkaitan dengan kopi Cijantur Rumpin,” ujar Mulya Diva.
Menurut pria yang akrab disapa Ozos itu, masyarakat pun menganggap kopi Cijantur merupakan tanaman liar sebelumnya.
Dan hasil dari tanaman liar kopi tersebut kemudian dikelola secara manual, setelah berhasil panen kopi pun dikirim ke pasaran.
“Warga gak tau kalau kopi itu punya nilai tinggi,” kata Ozos.
Karena banyaknya pejabat yang datang ke Cijantur, dari pihak Korem, Kodim dan Pemkot Bogor akhirnya pemerintah setempat tertarik untuk menguji kopi di Cijantur tersebut.
Ia menyebutkan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pada tahun 2018 berdampak baik sehingga ekonomi masyarakat meningkat.
“Itu awal terbukanya TMMD seperti menemukan emas yang tersembunyi istilahnya,” ucapnya.
Pemkot Bogor dan Korem Surya Kencana juga mengacungi jempol karena kopi Cijantur mempunyai ciri khas tersendiri yang memiliki aroma buah durian dan mangga.
“Karena ditanamnya juga gak jauh dari pohon buah-buahan seperti durian dan lainnya,” lanjutnya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Buah-kopi-di-Desa-Rabak-Rumpin-Kabupaten-Bogor-Senin-2832022.jpg)