Demo BEM Bogor

Demo Tuntut Jokowi di Istana Bogor Bubar Saat Maghrib, Polisi: Kasih Jalan, Kita Harus Buka Puasa

Massa aksi itu mundur usai tuntutan-tuntutan mahasiswa diterima langsung oleh perwakilan Istana Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Massa aksi yang bubar pada saat buka puasa, Jumat (8/4/2O22 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam gerakan 'Bogor Menggugat Istana' yang diinisiasikan oleh BEM se-Bogor Raya bubar menjelang buka puasa, Jumat (8/4/2022).

Massa aksi itu mundur usai tuntutan-tuntutan mahasiswa diterima langsung oleh perwakilan Istana Bogor.

Pembubaran massa aksi itu pun, ditandai dengan mulai dibuka nya kembali jalur yang sebelumnya ditutup jaring kawat oleh pihak TNI-Polri.

Diketahui, Aksi unjuk rasa yang memiliki tuntutan dengan isu sentral Pemerintah Joko Widodo mulai dari Jokowi 3 periode, IKN, BBM, kelangkaan minyak goreng, bahkan soal PPN ini berlangsung pada hari ke enam bulan suci Ramadhan 2022.

Usai membubarkan diri, massa aksi itu bertolak kembali ke titik awal permulaan aksi yakni Tugu Kujang melalui jalan Ir H Djuanda Kota Bogor.

Namun, massa aksi itu, sempat membuat pihak aparat gabungan memberikan woro-woro, pasalnya massa aksi itu berjalan dengan lambat dan membuat jalur tidak cepat kembali normal.

Woro-woro itu terpaksa dilakukan karena bertepatan dengan adzan magrib waktu penanda buka puasa.

"Kami mohon para massa aksi untuk berjalan di trotoar saja. Jangan halangi pengguna jalan yang lain. Berikan jalan. Kita harus buka puasa," ucap suara dalam woro-woro menggunakan mobil pengurai massa.

Woro-woro itu pun terlihat berhasil mengurai massa aksi yang bertolak pulang usai tuntutan mereka diterima perwakilan Istana Bogor.

Hal itu pun terlihat ketika para pengendara mulai kembali bisa melalui jalur tersebut.

Namun, sebelumnya, pengendara maupun pejalan kaki yang bukan merupakan massa aksi tidak boleh melintasi jalur yang dijaga dengan pagar kawat.

Bahkan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro yang turut memantau jalannya aksi mengimbau untuk massa aksi memperhatikan sekitar.

"Yang tidak memakai almamater tidak akan kami layani. Saat ini yang hanya kami layani yang menggunakan almamater," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved