IPB University
Dorong Program Mahasiswa Peduli Stunting, Guru Besar IPB Berbagi Integrasi MBKM dan Kurikulum 2020
Mekanismenya yaitu KKN-T (Kerja Kuliah Nyata Tematik) stunting, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dalam rangka pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan stunting, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program inovatif yakni Program Mahasiswa Penting (Peduli Stunting) September 2021 lalu.
Program ini merupakan bentuk pendampingan kepada kelompok sasaran berisiko stunting melalui tiga mekanisme.
Mekanismenya yaitu KKN-T (Kerja Kuliah Nyata Tematik) stunting, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya.
Demi meningkatkan pemahaman bagi para pengelola program dan pelaksana di lapangan, digelar Sosialisasi Juklak dan Juklis Mahasiswa Peduli Stunting secara daring, Selasa (13/4/2022) lalu.
Diharapkan melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman insan perguruan tinggi dan pelaksana di lapangan terkait program Mahasiswa Penting.
Prof Yulin Lestari, Guru Besar IPB University dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam turut hadir untuk berbagi wawasan dan praktik yang telah dilakukan IPB University.
Terutama terkait respon yang dirancang untuk program penurunan stunting.
Ia menyebutkan dalam mengakselerasi angka penurunan stunting menjadi 14 persen, membutuhkan bantuan dari semua lintas dan unit lembaga di Indonesia.
Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi sangat krusial karena memiliki ‘pasukan’ yakni mahasiswa.
Perguruan tinggi dapat mengarahkan dan menyusun program sesuai juklak dan juknis untuk tema stunting.
“Partisipasi aktif perguruan tinggi dan akademisi dalam penurunan stunting bisa melalui berbagai aktivitas tri dharma. Suara generasi milenial dalam gerakan penurunan stunting dapat memberikan manfaat signifikan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sembilan kanal pembelajaran bisa dikaitkan dengan tema stunting.
Mulai dari proyek di desa, magang, wirausaha, proyek kemanusiaan, mengajar di sekolah, studi independen, termasuk KKN tematik stunting.
Program MBKM di institusi juga akan turut diintegrasikan dengan tema ini.
“Program MBKM juga menjadi acuan bagi institusi untuk mengajukan pengakuan dan ekivalensi terhadap program Mahasiswa Penting ini,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/prof-yulin-lestari.jpg)