IPB University

Pakar IPB University Sebar Wawasan Migitasi Bencana Hidrologis di Pulau-Pulau Kecil Maluku

Mitigasi pangan perlu dilakukan dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan dan menjaga kesejahteraan petani.

IPB University
Kepala LPPM IPB University, Dr Ernan Rustiadi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bencana hidrologis yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia berkaitan erat dengan ketersediaan stok pangan.

Mitigasi pangan perlu dilakukan dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan dan menjaga kesejahteraan petani.

Terutama di wilayah kepulaun kecil yang memiliki keunikan tersendiri dalam penanganan kebencanaannya.

Menindaklanjuti hal ini, Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI menggelar webinar.

“Mitigasi Pangan Menghadapi Bencana Hidrologis di Kepulauan Maluku” (12/04/2022) lalu.

Utamanya untuk mempertahankan ketersediaan stok pangan dan menjaga perlindungan petani di Kepulauan Maluku.

Kepala LPPM IPB University, Dr Ernan Rustiadi mengatakan pihanya senantiasa aktif menyelenggarakan webinar untuk menuangkan pemikiran dan solusi terkait persoalan pertanian dan pembangunan negara.

Berdasarkan statistik, bencana hidrologis memiliki frekuensi tertinggi di Indonesia.

Sehingga para pemangku kebijakan harus memperhatikan kondisi Maluku yang memiliki kekhasan tersendiri.

Yakni dalam menjaga ketangguhan sebagai ciri khas pulau kecil terutama terkait ketahanan pangan.

Ia menyebutkan bagi IPB University, tahun ini merupakan tahun pengabdian masyarakat.

Sehingga berbagai pusat studi di bawah LPPM dan unit-unit di bawahnya gencar menggiatkan program-program pengabdian masyarakat.

“Tahun ini seluruh civitas, baik dosen dan mahasiswa bergerak bersama membantu memberikan dampak kepada masyarakat. Mereka bisa menyuarakan bahwa teknologi dan inovasi IPB University dapat memberikan solusi-solusi terhadap pembangunan. Salah satunya dengan mengajak bekerja sama pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dalam penanganan kebencanaan dan proses mempertahankan ketahanan pangan secara nasional,” pungkasnya.

Dr Doni Yusri, Ketua Pusat Studi Bencana (PSB) LPPM IPB University menjelaskan bahwa kajian dan studi kasus mitigasi bencana tidak hanya dalam pemetaan bencana karena turut menyangkut nyawa.

Kejadian bencana hidrometeorologis tidak hanya terjadi di tepi sungai, namun wilayah tepi lembah hingga kota juga sulit menghindari bencana ini.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved