Merasa Janggal, Anak Minta Makam Sang Ibu Dibongkar, Ini Temuan yang Diperoleh

Kasus perampokan sadis terjadi di Desa Babakan Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.

Editor: Yudistira Wanne
Tribunnews/Ilustrasi
Ilustrasi Perampokan Nasabah Bank 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus perampokan sadis terjadi di Desa Babakan Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.

Seorang nenek berinisal D (69) tewas setelah dirinya dicekik dan dirampok oleh seorang pria.

Peristiwa tersebut terjadi pada 9 Maret 2022 lalu sekira pukul 19.30 WIB, ketika korban berada di dalam rumahnya sendirian.

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro menuturkan bahwa korban didatangi oleh pelaku yang kemudian melakukan tindakan kekerasan yaitu dengan memukul tengkuk dan mencekik leher korban.

"Tersangka M alias O memukul tengkuk korban dari belakang menggunakan sikut, kemudian mencekik korban dengan kedua tangan hingga meninggal," jelas AKBP Eko Widiantoro, Rabu (20/4/2022).

Setelah aksinya itu, pelaku melanjutkannya dengan mengambil barang-barang berharga milik korban seperti gelang, kalung, handphone, dan uang sebanyak Rp 5.000.000 yang ada di dalam celengan.

Baca juga: Pengakuan Remaja Habisi Kekasih yang Hamil 8 Bulan, Korban Dicekik 1 Jam - Perutnya Diinjak

Kronologi

Kronologi pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan keluarga korban, karena korban meninggal dalam keadaan luka lebam dibagian leher, lidah dalam keadaan tergigit, dan terjadi pendarahan.

Selanjutnya setelah dilakukan pengecekan ternyata perhiasan dan satu unit handphone sudah tidak ada, serta tabungan yang berisi uang sekira Rp 5.000.000 yang berada di kamar korban juga raib.

"Awalnya korban dimakamkan secara biasa padahal pada saat itu ditemukan luka di leher, korban juga sempat menggigit lidah karena berdasarkan penelusuran dicekik oleh pelaku," katanya.

Baca juga: Malam Mencekam Mahasiswi dan Ibunya Dibantai 3 Pria di Rumah, Ternyata Bukan Perampokan Ini Faktanya

Karena merasa janggal atas kematian ibunya, anak korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian pada 22 Maret 2022.

Kemudian dilakukan autopsi pembongkaran mayat untuk diketahui secara medis penyebab kematian tersebut.

"Hasil autopsi memang betul bahwa adanya tindakan kekerasan terhadap korban sebelum meninggal," kata AKBP Eko Widiantoro.

Tim penyidik Satreskrim Polres Cilacap dan Polsek Karangpucung kemudian melakukan penyelidikan terhadap beberapa residivis yang ada di sekitar Karangpucung dan Cimanggu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved