Nafsu Tak Terbendung, Oknum Kepala Desa Menyelinap ke Kamar Kos Putri, Ini yang Terjadi

Oknum kepala desa di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu diam-diam masuk ke kamar kos remaja putri.

Editor: Yudistira Wanne
worldofbuzz.com
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menyelinap dengan langkah tak terdengar merupakan cara oknum kepala desa untuk dapat melampiasakan nafsu bejatnya.

Oknum kepala desa di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu diam-diam masuk ke kamar kos remaja putri.

Korban dipaksa memuaskan birahinya.

Adapun pelaku adalah DF (48), salah satu kepala desa di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia dilaporkan ke polisi lantara telah melakukan perbuatan bejatnya kepada seorang remaja.

Baca juga: Kasus Pencabulan Guru Ngaji pada 10 Bocah, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Langsung Jadi Penuntut Umum

Kepala Seksi Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo mengatakan, DF dilaporkan karena diduga melakukan pencabulan.

"Kasus ini dilaporkan korban OT (18), karyawati toko yang menghuni kos milik kepala desa di Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao," ujar Anam, kepada Kompas.com, Rabu (20/4/2022) petang.

Laporan kasus ini, kata Anam, tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/14/IV/2022/ SPKT /RES RN/POLDA NTT.

Anam menuturkan, kasus bermula pada Kamis (14/4/1022) sekitar pukul 14.00 Wita saat korban tidur di kamar kosnya.

Tiba-tiba pelaku masuk ke dalam kamar kos dan memeluk korban.

Pelaku kemudian mencabuli korban hingga langsung berteriak serta mengusir pelaku dari kamarnya.

Baca juga: Para Pelaku Pencabulan Gadis Disabilitas di Bogor Adalah Pengamen, Pelaku Ada Yang Masih Bocah

Setelah itu korban langsung keluar dari dalam kos.

"Atas kejadian tersebut korban datang melaporkan kejadian ke Polres Rote Ndao untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Anam.

Setelah menerima dan membuat laporan polisi, korban pun menjalani visum.

Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao sudah memeriksa sejumlah saksi serta korban.

"Kita panggil pelaku guna diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Nanti kalau sudah gelar internal, akan ditentukan status tersangka. Yang pasti penyidikan sedang berlangsung,"ujar Anam.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved