Warga Desa Lulut Bogor Menggantungkan Sumber Kehidupan di Aliran Kali Cikarang
Sebagian aliran air di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor tercemar limbah berbahaya.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KLAPANUNGGAL - Sebagian aliran air di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor tercemar limbah berbahaya.
Namun warga sekitar masih dapat tersenyum, sebab masih terdapat aliran air yang belum tercemar.
Aliran Kali Cikarang, yang berasal dari mata air Cikukulu menjadi aset sumber air untuk kehidupan warga
Saat TribunnewsBogor.com datang ke lokasi, terlihat juga aktifitas warga yang sedang menjaring ikan di aliran air tersebut.
Kepala Desa Lulut, Udin, mengatakan aliran air ini memang masih digunakan oleh warga.
"Banyak yang masih pake, terutama dimusim kemarau," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (20/4/2022).
Untuk KK yang masih menggunakan aliran air tersebut, Udin tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya.
"Untuk angka pastinya saya belum tau, karna bukan cuma warga Desa Lulut aja yang menggunakannya," terangnya.
Ia pun mengkhawatirkan aliran air tersebut tercemar, karena lokasinya yang cukup dekat dengan Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo.
Untuk mengantisipasi pencemaran, perangkat desa sudah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga kelestarian air tersebut.
"Kalau terkait TPPAS, Khawatir tercemar ada, kita bekerja sama dengan pihak Indocement dan DLH. Karena lokasi mata air cikukulu berada di Indocement," ungkapnya.
TribunnewsBogor.com sempat mewawancarai salah satu keluarga di Kampung Tegal Sempur yang masih memanfaatkan aliran Kali Cikarang untuk kebutuhannya.
"Airnya belum tercemar, masih dipake buat mandi sama nyuci baju, kalo minum mah engga,kita beli air," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Misan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/menjaring-ikan-di-kali-cikarang.jpg)