Breaking News

Harga Pertamax Naik, Pedagang Bumbu di Pasar Kota Bogor Tercekik, Ongkos Mesin Giling Membengkak

Hendra menjelaskan untuk bahan bakar mesin giling miliknya biasanya dia bisa menghabiskan modal Rp60.000 untuk Pertamax setiap hari.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
IMBAS PERTAMAX NAIK - Pedagang bumbu di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor, Kamis (11/6/2026) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kenaikan harga BBM Pertamax membuat pedagang bumbu di pasar Kota Bogor kian tertekan.

Karena modal usaha mereka membengkak akibat kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250.

Ini terjadi karena untuk menggiling berbagai macam bumbu yang dijual, mereka menggunakan mesin giling dengan berbahan bakar Pertamax.

Hal ini diakui oleh Hendra (37), salah satu pedagang bumbu di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor.

Hendra menjelaskan untuk bahan bakar mesin giling miliknya biasanya dia bisa menghabiskan modal Rp60.000 untuk Pertamax setiap hari.

"Yang harga kemarin itu ya, Rp60.000 buat ini aja (mesin giling), itu buat sehari semalam," kata Hendra kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (11/6/2026).

Dia menjelaskan modal Rp60.000 itu adalah untuk sekitar 5 Liter Pertamax.

Jika dia kembali belanja bahan bakar ini dengan ukuran yang sama, maka ongkos bensinnya membengkak jadi sekitar Rp80.000.

Namun sementara ini Hendra masih belum kembali belanja ketika Pertamax sudah naik harga.

"Pasti kerasa dampaknya, tapi saya sekarang belum belanja lagi pas udah harganya naik," katanya.

Dia mengaku dirinya hanya bisa pakai Pertamax karena tidak bisa membeli eceran menggunakan jerigen di SPBU.

"Kalau di pom itu pertalite enggak bisa pakai kompan (jerigen) soalnya, jadi kita biasanya pakai Pertamax," kata Hendra.

Hendra mengaku masih bingung bagaimana nanti usaha penjualannya.

Karena di saat yang sama pembeli di pasar juga sedang menurun serta dia juga takut kehilangan pembeli jika harga dagangannya dinaikan.

Namun Hendra mengaku akan berusaha menekan harga dagangannya agar tetap normal meski tertekan kenaikan BBM Pertamax.

"Kalau harga jual masih bakal tetap kayaknya, susah kalau di sini. Mahal dikit aja di sini aduh pada komplain," kata Hendra.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Hendra ini menjual beragam bumbu giling mulai dari kunyit, bawang, dan yang lainnya.

Saat berjualan, Hendara juga menggiling langsung bumbu-bumbu itu di tempat atau di lapaknya di Pasar Gembrong Sukasari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved